Inilah Olahraga yang Aman bagi Penderita Penyakit Jantung
Orang yang memiliki penyakit jantung akan memperoleh manfaat dengan olahraga teratur. Bukan berarti penderita jantung dapat mengabaikan olahraga.
SRIPOKU.COM - Olahraga, baik dalam intensitas tinggi maupun rendah terasa sulit dilakukan bagi seseorang yang memiliki masalah dengan jantung.
Namun, bukan berarti penderita jantung dapat mengabaikan olahraga. Justru, dari olahraga, mereka bisa memperoleh manfaat.
Pedoman baru dari gugus tugas European Society of Cardiology yang diterbitkan di European Heart Journal membuktikan hal itu.
• Inilah 5 Jenis Minyak yang Aman Untuk Penderita Penyakit Jantung, Minyak Kelapa hingga Minyak Wijen
• Ramalan Bintang Karier Selasa 15 September 2020: Scorpio Mungkin Tidak Mengalami Masalah Serius
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Disebutkan, orang yang memiliki penyakit jantung akan memperoleh manfaat dengan olahraga teratur.
Penderita jantung dapat melakukan olahraga dengan intensitas sedang (misalnya olahraga lari) dalam waktu 150 menit per minggu.
Pedoman tersebut juga merekomendasikan latihan membangun kekuatan, seperti latihan kekuatan otot sedikitnya tiga kali dalam seminggu.
Jika sama sekali tidak berolahraga, maka kondisi penderita jantung akan semakin parah.
Di samping itu, orang dalam kondisi sehat yang tidak berolahraga juga punya risiko mengembangkan penyakit jantung, menurut Sanjay Sharma, M.D., profesor olahraga dan kardiologi di St. George's, University of London.
"Kita hidup di era lahirnya tren gaya hidup yang kurang gerak serta banyaknya obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus," ujar Sharma kepada Runner's World.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
"Olahraga melindungi kita dari semua faktor ini dan mengurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen pada orang berusia 60-an dan 70-an, jadi olahraga itu penting."
Sharma melanjutkan, olahraga dengan intensitas sedang seperti berlari bisa melindungi mereka yang memiliki faktor risiko kardiovaskular.
Meski jarang terjadi, ada kemungkinan jika olahraga bisa memicu serangan jantung pada seseorang dengan penyakit kardiovaskular bawaan, menurut Sharma.
Karena itu, dia menyarankan, kita harus mempertimbangkan dengan matang saat beralih dari gaya hidup yang kurang gerak ke gaya hidup aktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/olahraga-lari-bermasker-olahraga-lari-jaga-jarak.jpg)