Santri Ponpes Ar Risalah Positif Corona
Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Ponpes Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Bisa Lockdown seperti di Jatim
Jubir terima kasih kepada pihak Ponpes Modern Ar-Risalah yang sudah berani terbuka kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan tracking
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, dr Jeanita Purba mengingatkan agar kasus 15 orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Ar-Risalah di Kota Lubuklinggau terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 ditangani dengan serius.
Dikatakan dr Jeanita Purba bahwa kasus santri pesantren terkonfirmasi positif terpapar virus corona atau covid-19 ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia karena sudah pernah juga terjadi di Provinsi Jawa Timur.
• BREAKING NEWS : 15 Santri Ponpes Modern Ar Risalah Lubuklinggau Positif Covid-19
"Hari ini Dinkes Kota Lubuklinggau sudah melakukan tracking.
Dari tiga kasus pertama 50 tracking yang baru keluar 38 positifnya 12 orang.
Jadi totalnya 15 orang. Sisanya masih ada yang belum keluar," kata Jeanita kepada wartawan, Senin (14/9/2020).
Menurut dr Jeanita Purba, saatnya semua pihak harus serius.
Sebab untuk kasus di Jawa Timur membuat pesantren tersebut harus lock down.
Kemungkinan bila semakin meluas kebijkan tersebut bisa juga diambil di Lubuklinggau.
• 3 Kota Zona Merah, Lahat, Muaraenim, Lubuklinggau
Untuk itu semua perlu dievaluasi kembali.
Perlu diingat bahwa yang berada di pesantren itu anak orang lain yang hanya dititipkan untuk bersekolah di sana.
"Ingat itu anak orang lain. Oleh karenanya mari sama-sama melakukan keterbukaan supaya kita bisa mengevaluasi secara bersama-sama," terangnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada pihak Ponpes Modern Ar-Risalah yang sudah berani terbuka kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan tracking kepada santri-santrinya.
"Mudah-mudahan keterbukaan ini akan ditindak lanjuti, sehingga bisa melakukan penyehatan kepada para anak didiknya, sehingga kasus tidak meluas lagi," ungkapnya.
Sebab perlu dingat kasus reinfeksi sekarang sudah ada di Lubuklinggau.
Artinya anak-anak itu sekarang rentan, mereka bisa sewaktu-waktu terulang kembali, karena hubungannya ini adalah kadar virus.
"Kadar virus yang terulang kembali memang gejalanya lebih ringan. Oke jika tidak punya penyakit pengorbit.
Kalau ada penyakit maka akan lebih cepat," ujarnya. (Eko Hepronis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lockdownmalaysia.jpg)