Breaking News:

Salam Sriwijaya

Selamat Jalan Terima Kasih

Sejarah mencatat, lebih tiga dekade lalu, ketika Jacob Oetama melalui Kelompok Kompas Gramedia ikut memperbaiki manajemen media massa ketika itu.

IST
Jacob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia 

SRIPOKU.COM - TOKOH pers nasional dan pendiri Kompas Grup, DR Drs Jacob Oetama, kemarin (9/9/2020) siang, mengembuskan napas terakhir. Ia meninggalkan sumbangan untuk bangsa ini, tentu saja untuk masyarakat Sumatera Selatan di dalamnya.

Sejarah mencatat, lebih tiga dekade lalu, ketika Jacob Oetama melalui Kelompok Kompas Gramedia ikut memperbaiki manajemen media massa ketika itu. Harian Umum Sriwijaya Post yang berusia setahun, sejumlah wartawan Kompas ikut menukangi proyek pertama Jacob Oetama di luar Pulau Jawa; kemudian proyek lainnya di seluruh Indonesia.

Selamat Jalan Terima Kasih, Sriwijaya Post (SRIPO) Proyek Pertama Jacob Oetama di Luar Pulau Jawa

Tarif Rapid Test Rp 150 Ribu Belum Diterapkan

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Harian Umum Sriwijaya Post, kemudian sering disebut Sripo, pada awal tahun 1990an, menjadi korban terbesar di luar Pulau Jawa. Kemudian, kelompok koran daerah itu --demikian manajemen KG, tumbuh berkembang dan kelak menjadi kelompok bisnis media Tribun Grup.

Bukan sekadar membangun imperium bisnis pers, dengan kemampuan intelektualitas dan intuisi yang dimiliki Jacob Oetama, memberikan sumbangan untuk bangsa ini. Bukan sekabar menjalankan fungsi pers sebagai sosial kontrol, tetapi juga memberikan dorongan agar masyarakat bangsa lebih maju.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Kehadiran media klasik (cetak, radio, televis) pun harus beradaptasi agar mampu bertahan. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi suatu keniscayaan, disisi lain isi dan substansi tetap menjadi bagian terpenting untuk penyebaran informasi yang bertanggung jawab.

Kehadiran media untuk menyampaikan pesan, termasuk media sosial, menjadi bagian kehidupan. Ikut mengokohkan nilai dan meningkatkan kualitas manusia.

Jika media merupakan saluran agar pesan sampai ke khalayak, maka pesan itu merupakan produk hasil kerja intelektualitas dan sikap dasar menghormati harkat hidup manusia.

Update Sumsel Covid-19 Tgl 9 September 2020.
Update Sumsel Covid-19 Tgl 9 September 2020. (http://corona.sumselprov.go.id/)

Sikap jujur dalam memproduksi karya jurnalistik dan sikap menghormati harkat martabat manusia, merupakan sikap dasar yang tidak boleh ditawar. Begitu pesan disampaikan Jacob Oetama pada suatu kesempatan, masa awal Sriwijaya Post.

Tidak ada orang yang bodoh, karena dapat diajari. Tidak ada orang malas bila diberikan tugas.

Kejujuran dan menghormati harkat hidup manusia, tidak dapat ditawar. Sikap dasar ini akan membuat bangsa ini diakui sebagai bangsa yang beradab.

Selamat jalan Pak Jacob Oetama, terima kasih...***

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved