Liputan Eksklusif

Empat Kali Daftar Kartu Prakerja Gagal Terus

Kegagalannya mendapatkan kartu prakerja selalu tak terwujud saat mengikuti tes motivasi.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Alamak Bos Cicipi Bansos 

PALEMBANG, SRIPO -- Muhammad Erdi, seorang pemuda Palembang terlihat kasak-kusuk memainkan smartphone miliknya.

Dengan cekatan jari-jemarinya ia mencoba mendaftar membuat akun kartu prakerja program pemerintah.

Alamak Bos Cicipi Bansos, Pengusaha Terima Kartu Prakerja

Sejak dibukanya pendaftaran kartu prakerja, pemuda pengangguran ini telah mendaftar sebanyak empat kali dan selalu gagal untuk mendapatkan stimulus dana program Presiden Joko Widodo tersebut.

"Saya sudah empat gelombang ikut mendaftar tetapi selalu gagal dapat kartu prakerja," ungkapnya kepada Sripo, Senin (7/9).

Ia mengaku, kegagalannya mendapatkan kartu prakerja selalu tak terwujud saat mengikuti tes motivasi.

Video Eksklusif : Kartu Prakerja Salah Sasaran, Pengusaha Hingga Pegawai Swasta Dapat Kartu Prakerja

Soal yang diberikan pihak panitia menurutnya cukup sulit dijawab bagi orang yang memiliki latar belakang pendidikan rendah seperti dirinya.

"Saya sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi harapan terdaftar menjadi penerima kartu prakerja tak kunjung terwujud," jelas Erdi.

Senada, Sutami seorang sekuriti perumahan di Palembang juga mengaku kerap kali gagal mendaftar kartu prakerja.

Tak memiliki smartphone dan akses internet yang lancar, membuat pria anak dua ini terpaksa sering menumpang kepada temannya untuk mendaftar kartu prakerja.

Jangan Sampai Ketinggalan Kuota Program Kartu Prakerja Hanya 800.000. Ini Cara Mendaftar & Syaratnya

Menurutnya, kebijakan pemerintah memberikan kartu prakerja melalui serangkaian tes tersebut sangat menyulitkan rakyat kecil sepertinya.

Minimnya pengetahuan dan harus berjibaku dengan banyak orang membuatnya sering gagal mendaftar.

"Yang banyak dapat malahan orang mampu, sementara yang butuh seperti kita selalu gagal. Semoga gelombang ini saya dapat, karena uang itu sangat saya butuhkan untuk anak-anak," harapnya.

Sebelumnya, meski program ini diprioritaskan untuk masyarakat korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai peserta program Kartu Prakerja dan warga yang belum memiliki pekerjaan, namun nyatanya di lapangan banyak ditemui program tersebut menjadi salah sasaran.

Tidak sedikit para pengusaha hingga pekerja swasta di Palembang dengan leluasa mendapatkan dana dari kartu Prakerja sebesar Rp 3,55 juta.

Berbanding terbalik, para pengangguran atau orang yang tak memiliki pekerjaan justru tak mendapatkan bantuan dari kartu prakerja.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved