Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Dinkes Sumsel Sebut Klaster Covid-19 di Kantor Makin Masif, Sementara Rumah Sehat Sudah Ditutup

Faktor kelalaian dan kurang taatnya para pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan ditengarai menngkatnya klaster kantor.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Refly Permana
sripoku.com/refly permana
Ilustrasi kerja di kantor. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memasuki tatanan new normal atau normal baru di era pandemi Virus Corona atau Covid-19, area perkantoran di Palembang menjadi klaster yang tengah banyak terjadi di Kota Pempek.

Faktor kelalaian dan kurang taatnya para pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan, membuat banyak karyawan kantoran terpapar Virus Corona.

Kasi Survei dan Imunasisi Dinkes Sumsel, Yusri, mengatakan klaster kantor Covid-19 memang tengah marak terjadi di Palembang.

Hari Ini Berlaku Bayar Pajak By Name By Adress, Faktanya Warga Masih Menumpuk di Samsat I Palembang

Aktivitas perkantoran yang tak lagi menerapkan Work From Home (WFH), memaksa para pekerja secara tidak langsung berada di kerumunan sesama para pekerja.

"Sekarang kan kantor sudah banyak buka tidak lagi WFH. Para pekerja terpaksa berada ditengah keramaian," katanya, Selasa (1/9/2020).

Menurut Yusri, para pekerja yang banyak terpapar Covid-19 di klaster kantor lantaran karyawan sering kali lalai menerapkan protokol kesehatan dan menganggap bahwa era normal baru membuat situasi wabah sudah aman.

Ashanty tak Setuju Azriel Jadi Polisi, Anang Sebaliknya Beri Dukungan, Adik Aurel Ngaku Jago Nembak

Ketika berada di kantor, tidak sedikit para pekerja lupa memakai masker dan menjaga jarak satu sama lainnya. Faktor inilah yang membuat klaster kantor di Palembang makin masif terjadi.

"Kalau di kantor kan pegawai saat makan lepas masker dan berkerumun. Nah, di saat inilah penyebaran virus bisa terjadi.

Normal baru bukan berarti aman, protokol kesehatan harus tetap dikedepankan," tegas Yusri.

Babinsa Koramil Sukarami Bantu Warga ke RS Akibat Tumor

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel dengan resmi telah menutup Rumah Sehat Covid-19 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (31/8/2020) sesuai dengan Surat Edaran Nomor 044/SE/Dinkes/2020. Penutupan Rumah Sehat Covid-19 secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya.

Mawardi mengatakan, pemerintah berterimakasih atas kontribusi penuh dari Tim Satgas Unit Rumah Sehat Covid-19, dimana telah berjuang bersama-sama secara ikhlas untuk membantu pasien Covid-19.

"Dengan telah menurunnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19, dan penanganan pasien Covid-19 baik ODP maupun PDP sudah mampu di atasi secara langsung oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten/Kota maupun Rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved