Mikro Droplet Betah di Udara, Sebarkan Virus di Ruang Publik Tertutup
Penyebaran virus corona lewat udara salah satunya disebabkan oleh mikro droplet yang mampu bertahan di udara
JAKARTA, SRIPO -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto meminta agar seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus corona di udara melalui mikro droplet.
Ia menyatakan penyebaran virus corona lewat udara salah satunya disebabkan oleh mikro droplet yang mampu bertahan di udara tanpa sirkulasi yang memadai.
"Mikro droplet ini adalah droplet yang ukurannya lebih kecil dan bisa berada di udara untuk waktu relatif lama apalagi pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak maksimal," kata Yurianto dalam konferensi persnya di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (12/7).
• Update Covid-19 di Sumsel Bertambah 49 Orang Menjadi 2653 Kasus Positif, Palembang Tambah 34 Kasus
Lebih lanjut, Yurianto mengilustrasikan mikro droplet tersebut ibarat penyebaran asap rokok dalam satu ruangan tertutup yang minim ventilasi udara.
Asap itu, kata dia, akan bertahan sangat lama dan siapapun bisa mencium bau asap rokok dalam ruangan yang tak memadai sirkulasi udaranya tersebut.
"Dan bagi siapapun yang menggunakan faceshield tanpa menggunakan masker pasti akan bisa mencium bau ini. Kurang lebih begitulah droplet Covid-19," kata Yurianto.
Melihat persoalan itu, Yurianto lantas meminta masyarakat untuk wajib mengenakan masker saat beraktivitas.
• Terjadi Penambahan 4 Kasus, Kabupaten Muaraenim Sumsel Tembus 100 Kasus Positif Covid-19
Ia menyatakan penggunaan faceshield atau perisai wajah hanya bisa untuk menangkal droplet. Akan tetapi, masker wajib digunakan untuk menangkal mikro droplet yang bertahan di udara.
"Oleh karena itu, tetap kami menyarankan kepada saudara-saudara sekalian gunakan masker. Lebih baik kalau bisa ditambahkan faceshield," kata dia.
Selain itu, Yurianto juga menyadari bila banyak masyarakat yang tak nyaman bila terus menerus menggunakan masker dalam beraktivitas.
• Aktor Senior Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Dinyatakan positif terpapar Covid-19
Ia lantas menyarankan agar masyarakat bisa memilih masker yang nyaman untuk digunakan. Salah satunya, kata dia, menggunakan masker yang memberikan ruang antara masker dan lubang hidung.
"Sehingga kita bisa bernafas dengan baik. Kita tak menyadari bahwa menurunkan masker ke dagu itu juga sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin menempel ke dagu. Sehingga kalau kita naikkan lagi ke atas, itu tidak memberikan makna yang baik untuk kita," kata Yurianto.
Diketahui, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 1.681 orang per Minggu (12/7). Sehingga, total pasien positif corona di Indonesia secara kumulatif mencapai 75.699 kasus.
• Pria Ini Jadi Objek Ujicoba Cikal Bakal Vaksin Virus Corona, Percaya Diri Terhindar dari Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat yang tak disiplin memakai masker saat beraktivitas sehari-hari menjadi salah satu penyumbang kasus positif virus corona (Covid-19) terbanyak. Ia meminta masyarakat patuh menggunakan masker.
"Salah satu faktor yang paling menyumbang kasus positif terbanyak adalah ketidakdisiplinan (warga) menggunakan masker. Ini menjadi penting," kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/7).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mikro-droplet-betah-di-udara.jpg)