Breaking News:

Logika Hukum Titipan Diterima JPU Pembela Terdakwa

Seorang jaksa dalam merumuskan tuntutan pada surat dakwaannya haruslah dengan terlebih dahulu menelisik kebenaran.

Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum. 

Oleh: Dr. Muhamad Erwin, S.H., M.Hum.

Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan STIHPADA

Untuk “pro justitia” dalam memenuhi syarat formal dokumen hukum, seorang jaksa dalam merumuskan tuntutan pada surat dakwaannya haruslah dengan terlebih dahulu menelisik kebenaran.

Kebenaran itu mengemuka, jika dapat menempatkan logika hukum.

Oleh karena itu, logika hukum sebagai bagian ilmu hukum dalam disiplin hukum harus dipahami oleh seorang jaksa sebagai suatu bentuk legitimasi ilmiah sehingga dapat merasa lebih mantap dalam menampilkan tuntutannya.

Ilmu hukum adalah untuk kenyataan, bukan sebaliknya.

Sebab apabila kenyataan untuk ilmu hukum, maka kenyataan akan dimanipulasi sehingga cocok dengan teori yang ada.

Dari kenyataan, ilmu hukum itu muncul dan terhadap kenyataan itu pula ilmu hukum diuji. Jalan pengujian yang ditempuh ilmu hukum adalah melalui kebenaran.

Oleh karena itu ilmu hukum tentunya akan menjadi kurang matang atau dewasa apabila ia selalu berusaha menepis tentang hal-hal yang menyimpang sebagai sesuatu yang tidak perlu dihiraukan.

Begitupun terhadap bagaimana ilmu hukum dapat menghadapi kenyataan bahwa tim jaksa mengajukan tuntutan masing-masing satu tahun penjara terhadap kedua orang anggota Polri yang dititipkan sebagai terdakwa pelaku penyiraman air keras (cairan H2SO4) ke muka penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan pada 11 April 2017?

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved