Inilah 4 Jenis Obat Asam Lambung: Antasida, H2 Blocker, Inhibitor Pompa Proton dan Promotility Agent
Obat asam lambung yang dijual bebas di toko obat, apotek, minimarket, dll. bisa jadi pertolongan pertama untuk mengatasi asam lambung naik.
SRIPOKU.COM - Penyakit asam lambung acapkali bikin tak nyaman dan bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Salah satu cara mengatasi asam lambung naik adalah dengan mengonsumsi obat-obatan.
Obat asam lambung yang dijual bebas di toko obat, apotek, minimarket, dll. bisa jadi pertolongan pertama untuk mengatasi asam lambung naik.
• Jangan Salah, Kata Ahli Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung
• Ramalan Bintang Kamis 2 Juli 2020: Cancer akan Berada dalam Suasana Hati yang Gembira
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Apabila konsumsi obat yang dijual bebas sudah tak mempan, Anda perlu menggunakan obat dengan pengawasan dokter.
Terutama saat asam lambung naik terjadi lebih dari dua kali seminggu. Kondisi tersebut mengindikasikan Anda mengalami gastroesophageal reflux disease ( GERD).
Saat asam lambung naik sudah masuk kondisi GERD, biasanya jenis obat yang dijual bebas tidak banyak membantu mengatasi gejala penyakit diminum.
Berikut beberapa jenis obat asam lambung yang dijual bebas atau perlu resep dokter berikut efek sampingnya.
1. Antasida
Melansir Healthline, Sejumlah dokter merekomendasikan obat antasida untuk pertolongan pertama mengatasi gejala asam lambung naik.
Salah satu gejala asam lambung naik yakni heartburn atau rasa panas di sekitar perut atas sampai dada.
Minum antasida saat asam lambung naik dapat mengurangi gejala heartburn dengan cara menetralisir asam di lambung.

Obat antasida dapat bekerja cepat dalam hitungan menit setelah diminum.
Kandungan obat asam lambung antasida di antaranya aluminium, magnesium, kalsium, atau kombinasi zat tersebut.
Antasida tersedia dalam bentuk tablet yang bisa dikunyah atau sirup cair.
Antasida terkadang bisa membuat penderitanya mengalami diare dan sembelit.
Efek samping ini bisa muncul apabila penderita terlalu sering minum obat antasida. Untuk itu, pastikan mengikuti petunjuk keamanan penggunaannya.