Virus Corona di Sumsel

Anggaran Covid-19 Provinsi Sumsel Rp 84,7 Miliar Hanya Sampai untuk Bulan Juni , Ini Peruntukannya

"Anggaran Covid-19 khusus untuk kesehatan sebesar Rp 84,7 Miliar, anggaran ini tidak mencukupi dan hanya bisa sampai Juni," kata Kadinkes Sumsel.

Tayang:
Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Bayazir Al Rayhan
Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy Apt MKes 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus bertambah. Bahkan hingga hari ini total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel sudah mencapai 1.188 orang.

Tentu untuk menangani banyaknya kasus positif Covid-19 di Sumsel membutuhkan biaya yang tidak sedikit pula. Bahkan anggaran Covid-19 khusus kesehatan di Provinsi Sumsel yang mencapai Rp 84,7 Miliar dinyatakan tak cukup.

"Anggaran Covid-19 khusus untuk kesehatan sebesar Rp 84,7 Miliar. Namun anggaran ini tidak mencukupi dan hanya bisa sampai Juni," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy Apt MKes, Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa anggaran Rp 84,7 Miliar ini realisasinya ada dua yaitu secara fisik dan secara keuangan. Kalau realisasi fisik sudah lebih dari 90 persen tercapai. Namun realisasi keuangan memang masih rata-rata dalam proses administrasi pembayaran.

"Jadi seluruh anggaran ini sudah kita manfaatkan karena barang sudah dimanfaatkan dan didistribusikan. Anggarannya digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19 yang utamanya untuk tracking, untuk memperkuat laboratorium dan treatment," ungkapnya.

Menurutnya, kalau untuk tracking ini termasuk APD karena dalam hal tracking juga menggunakan APD. Sedangkan untuk penguatan laboratorium digunakan untuk membantu perawatan dan lain-lain termasuk yang diberikan ke BBLK untuk peningkatan kapasitas kemampuan pemeriksana tes agar lebih cepat.

Biaya Pemakaman dan Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Untuk ODP Ada Kriterianya

Positif Covid-19 di OKU Timur Sumatera Selatan Bertambah 2 Orang, Satu Orang Adalah Perawat Pasien

Telkomsel Kolaborasi dengan Kemenag RI Sediakan Kuota Terjangkau Bagi Sekolah Agama (Madrasah)

Lalu juga mempersiapkan laboratorium di RS Siti Fatimah, termasuk pembangunan ruangan BLT yang dipersiapkan agar bisa melakukan pemeriksaan PCR dan juga mengadakan peralatannya.

"Untuk APD tentu menempati posisi yang cukup besar karena APD ini banyak juga yang digunakan untuk karantina. Lalu untuk treatment, provinsi menyiapkan tempat karantina yaitu di Rumah Sehat Wisama Atlet. Di sana ada ODP Center dan PDP Center untuk yang ringan serta pusat screening," bebernya.

Menurut Lesty, tentu itu juga memerlukan biaya yang tidak kecil. Sebab meliputi kebutuhan sarana prasarana sampai melakukan penyekatan ruangan, akomodasi, konsumsi, biaya tenaga kesehatan, insentif dan lain-lain termasuk obat-obatan.

"Untuk itu anggaran yang ada tentu tidak cukup, karena peruntungan kita hanya untuk sampai Juni dan sekarang kita akan mengajukan anggaran kembali," katanya.

Lesty mengatakan, bahwa Rp 84,7 Miliar ini anggaran tahap pertama dan memang dalam mengadakan barang alkes dan lain-lain itu secara bertahap. Sebab tidak bisa juga memprediksi secara persis kondisi ini tanpa melihat data yang real.

"Namun untuk Kabupaten/Kota juga ada anggaran sendiri. Tapi pada prinsipnya untuk Kabupaten/Kota apabila ada kekurangan maka akan mengajukan ke provinsi dan tentunya kita akan membantu, termasuk juga obat-obatan," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved