Berada di Area Perbukitan, 2 Desa di Lahat Ini Mendadak Banjir, Warga Duga Sebab Aktivitas Tambang

Desa Suka Merindu dan Desa Tanjung Beringin yang ada di Kecamatan Merapi Selatan belum pernah alami banjir besar

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Refly Permana
handout
Banjir yang menerjang dua desa di Lahat. 

Laporan wartawan Sripoku.com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Sebelum adanya aktivitas perusahaan tambang batubara, Desa Suka Merindu dan Desa Tanjung Beringin yang ada di Kecamatan Merapi Selatan belum pernah alami banjir besar hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Apalagi, dua desa tersebut berada di kawasan perbukitan.

Namun, Selasa ( 2/6/2020) bencana banjir berskala besar datang dan menerjang dua desa tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga desa mengalami kerugian materil.

Warga menuding, banjir tersebut ditenggarai akibat dari aktivitas tambang batubara di wilayah Desa Perangai.

Pasar Dempo Permai Pagaralam Diduga Jadi Tempat Mesum, Sering Ditemukan Alat Kontrasepsi Bekas Pakai

Seperti yang diungkapkan Nur, warga Desa Suka Merindu, banjir yang terjadi mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.

Bahkan, selain menghanyutan sepeda motor, banjir dari luapan sungai tersebut menutup akses jalan di desanya.

"Selama ini pernah banjir tapi tidak besar, setelah ada perusahaan yang beraktivitas di Desa Perangai banjir hingga mencapai pinggang orang dewasa, bahkan ada motor yang hanyut, tapi tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Lahat Dapil II Merapi, Andi Sucietra ST mengungkapkan, terkait tudingan warga tersebut, agar dapat dipahami oleh pihak perushaaan.

Jika banjir tersebut memang karena dampak dari aktivitas perushaaan pertambangan, harus ada bentuk kepedulian dan solusi dari perusahaan terhadap warga yang terdampak.

"Pahami dulu pihak perushaannya. Apabila memang benar harus ada kepedulian dan solusi dari pihak perusahaan kepada warga.

Karena warga merasa rugi, ada yang hanyut kendaraan dan lainya, " tegas politisi dari Partai PAN itu.

Seraya mengingatkan, supaya pihak perusahaan memperhatikan Daerah Alairan Sungai ( DAS) supaya air tidak meluap ke jalan ataupun ke pemukiman warga.

Video: Aksi Millendaru Pamer Perut Buncit, Keponakan Ashanty ini Mengaku Hamil 2 Bulan

Sementara, tim monitoring salah satu perusahaan yang berada di kawasan Desa Perangai, Rudi Purba, menepis terjadinya banjir akibat dampak dari aktivitas perushaaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved