Berita Musirawas

Kronologi Oknum Kadus & Anggota BPD di Musi Rawas Potong Dana BLT DD, 18 KK Hanya Terima Rp 400 Ribu

Gencarnya bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 dimanfaatkan oleh oknum perangkat desa.

sripoku.com/rozi
Dilaporkan memotong Bansos BLT DD, dua oknum perangkat desa di Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas diamankan. Tampak Kapolres Musi Rawas melakukan rilis di Mapolres Musi Rawas, Selasa (2/6/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Gencarnya bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 dimanfaatkan oleh oknum perangkat desa.

Seperti dilakukan dua orang oknum perangkat desa di Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas yang dilaporkan memotong Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sebesar Rp 200 ribu per KK.

Kedua oknum perangkat desa tersebut adalah Ahmad Mudori (33) selaku Kepala Dusun I dan Effendi (40) selaku anggota BPD Dusun I, Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri.

Menguat, Berikut Nilai Tukar Rupiah Hari Selasa 2 Juni 2020 di 5 Bank

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua oknum aparat desa berikut barang bukti dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukannya kini sudah diamankan di Polres Musi Rawas.

"Sekarangkan banyak bantuan sosial (bansos) untuk bantuan Covid-19. Kita awasi supaya jangan disalah gunakan.

Berkat kerjasama Tim Saber Pungli Polres Musi Rawas bersama inspektorat Pemkab Musi Rawas, kita ungkap kasus pemotongan BLT Dana Desa yang diduga dilakukan oleh dua pelaku oknum aparat desa, inisial AM dan E," kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy, didampingi Kabag Ops Kompol Suparlan, Kasat Reskrim AKP Rivow Lavu, dan Kasubag Humas, AKP Madroji, saat rilis, Selasa (2/6/2020).

Diungkapkan, modus yang dilakukan dua oknum perangkat desa ini adalah memotong bantuan setelah dana tersebut disalurkan kepada penerimanya.

Setelah warga menerima dana BLT DD sebesar Rp 600 ribu per KK, kemudian didatangi oleh kedua tersangka.

Update Sebaran Kasus Covid-19 di Palembang, Kecamatan Sukarami 71 Kasus, IT I 19 Kasus, Kalidoni 48

Lalu tersangka meminta kembali atau memotong dana bantuan tersebut sebesar Rp 200 ribu per KK sehingga warga yang semestinya menerima Rp 600 ribu, hanya mendapatkan Rp 400 ribu.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved