Ternyata Inilah Mal Pertama di Indonesia, Fakta Gedung Tertua Dibangun Soekarno dari Pampasan Perang
Sarinah hadir sebagai wadah bagi segenap pegiat industri kreatif tanah air untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka kepada khalayak luas.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Tujuan didirikan Sarinah
Selain etalase produk UMKM, tujuan awal Sarinah didirikan adalah untuk memenuhi kebutuhan rakyat agar bisa mendapatkan barang-barang murah tetapi dengan mutu yang bagus dan harga yang tidak terlalu tinggi.
Sebagai mal tertua di Indonesia, Sarinah bisa dibilang sepi dari pembeli meski berada di lokasi yang sangat strategis. Tak banyak pengunjung yang berbelanja di pusat berbelanjanya.
Ramainya pengunjung lebih sering terlihat di lantai yang ditempati tenant-tenant sepeti restoran cepat saji hingga tempat karaoke.
Kebakaran
Gedung Sarinah ternyata juga pernah mengalami kebakaran pada 1984 dan kemudian pada 2015. Bahkan pada 2015, kebakaran menelan dua korban.
Bangun Gedung Anyar
Kepulan asap terlihat dari lantai 14 gedung pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Dua orang karyawan sebuah tempat karaoke mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
PT Sarinah (Persero) berencana merevitalisasi aset yang dimiliki. Dalam waktu dekat, perseroan bakal merenovasi gedung lama dan membangun gedung baru. Renovasi dan pembangunan gedung baru tersebut akan memakan dana sebesar Rp 1,8 triliun.
Renovasi Besar
Dikutip dari Kompas.com, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut renovasi besar-besaran Gedung Sarinah akan menelan anggaran senilai Rp 700 miliar dan melibatkan sejumlah perusahaan BUMN lainnya. Termasuk PT Wijaya Karya (Persero) yang akan menjadi kontraktornya.
"Saya maunya di situ ada komunitas kesenian. Sabtu-Minggu adalah kesenian kita dimainkan di situ. Bisa pameran lukisan, atau videographic. Culture education community kita jalankan," kata Erick. "
Kurang lebih Rp 700 miliar. Kalau bongkar robohin lebih mahal. Tentu itu di luar ongkos buat operasionalnya jualan. Ada kerja sama dengan BUMN juga bukan swasta. Beberapa perusahaan BUMN akan ada fokus properti, retailnya Sarinah," kata dia lagi.
Menurut Erick, masyarakat di Indonesia kerap lebih mengapresiasi dunia Barat dibandingkan kualitas negeri sendiri. Sehingga, Erick Thohir ingin mengubah konsep Nusantara di Sarinah Thamrin ketika rampung direnovasi yang ditargetkan November 2021.
"Kadang-kadang kita ini terlalu ke barat-baratan. Padahal, waktu (kesenian) kita mainkan di airport di Bali malah diapresiasi," ujarnya.