Kapal Yacht WN Australia Dirompak di Perairan OKI, Kadeus Sempat Pencet Bel Bahaya

Pandra menuturkan korban sempat menekan tombol alat keselamatan pelayaran EPIRB (Emergency Position Indicating Reported Beacon)

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Kadeus sempat pencet bel bahaya 

PALEMBANG, SRIPO -- Kadeus Nobisqi (70) tak menyangka bakal mengalami peristiwa mengerikan saat melintas di kawasan perairan OKI.

Warga negara Australia ini, menjadi korban perompak 10 pria bersenjatakan senpi pada 22 April lalu. Sesaat setelah pelaku menaiki kapal layar jenis Yacht dengan nama lambung Hopla, Kadeus sempat menekan tombol alat keselamatan pelayaran.

Polsek Sungai Menang yang menerima informasi perompakan lalu menggerebek rumah sejumlah terduga tersangka perampokan kapal Yacht.

Polsek Sungai Menang Geledah Rumah Diduga Pelaku Perampokan Kapal Asing, Polisi Temukan Barang Bukti

Kapal bernama Hoopla itu dirampok di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Kapolsek Sungai Menang, Ipda Suhendri mengatakan kegiatan ungkap kasus tindak pidana pencurian alat kapal motor hingga kini terus didalami.

"Kejadian di Laut Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI," jelasnya, Jumat (29/5/2020).

Dijelaskannya, dengan cepat anggota Polsek Sungai Menang langsung mendatangi rumah dari seluruh tersangka untuk melakukan penggeledahan.

Kronologi Perampokan Kapal Asing Berbendera Australia di Perbatasan Sungai Menang OKI - Lampung

"Saat kami mendatangi rumah yang diketahui berjumlah 4 orang tersangka. Keberadaan mereka tidak di rumah, tetapi saat ini masih dalam pengejaran," jelasnya.

Sedangkan dari penggeledahan ditemukan beberapa barang bukti dan telah dibawa ke Mapolsek Sungai Menang.

"Kita mengamankan 1 unit mesin spead 4 PK beserta body fiber, 1 buah GPS, teropong, 1 TV, 1 unit mesin 8 PK Yamaha, 1 unit Epird atau alat pemancar sinyal diskresi, 1 unit layar kapal," ungkapnya.

Kisah 6 ABK yang Selamat Setelah Terapung 3 Hari di Lautan Gara-gara Kapalnya Tenggelam

Terpisah Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan akibat aksi perompakan ini korban mengalami kerugian yang cukup banyak.

"Uang 700 dolar Australia juga diambil oleh kawanan pencuri," tutur Pandra.

Lanjut Pandra, selain uang tunai korban juga kehilangan GPS dan alat navigasi, Handphone Iphone, BBM, Dokumen kapal, paspor, bahan makanan, alat masak.

"Termasuk kemudi kapal lalu dinamo starter, serta accu," imbuh Pandra.

Pandra menuturkan saat ini pihaknya berkoodinasi dengan dengan Ditpolair Polda Sumatera Selatan melalui Kasatpolair OKI Polda Sumatera Selatan.

Kawasan Laut China Selatan Memanas Lagi, AS-China Kerahkan Kapal Perang

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved