Breaking News:

Buya Menjawab

Puasa Sunat Syawal

Apakah bagi ibu-ibu yang mau melakukan qodho puasa boleh mendahulukan puasa sunnat syawwal. Mohon penjelasannya, Buya.

Sripoku.com
Puasa Syawal. BAGI wanita yang tidak berpuasa karena menstruasi, maka wajib mendahulukan qadha puasanya, artinya mengutamakan yang fardhu. Setelah itu jika akan melakukan puasa sunnat syawal dibolehkan atas izin suaminya. 

SRIPOKU.COM - Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA, setelah selesai puasa Ramadhon, kita mau melaksanakan puasa sunnat syawal.

Apakah bagi ibu-ibu yang mau melakukan qodho puasa boleh mendahulukan puasa sunnat syawwal. Mohon penjelasannya, Buya.

Terimakasih. 08132276xxxx

Doa Niat Puasa Syawal 1441 H Digabung Niat Puasa Senin Kamis, Hukum dan Tata Caranya

Jangan Pernah Bertengkar di Hadapan Anak, Inilah 4 Dampaknya: Pengaruhi Stabilitas Emosional Anak

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Jawab:
Waalaikumussalam.Wr.Wb.
BAGI wanita yang tidak berpuasa karena menstruasi, maka wajib mendahulukan qadha puasanya, artinya mengutamakan yang fardhu. Setelah itu jika akan melakukan puasa sunnat syawal dibolehkan atas izin suaminya.

Kenapa mendahulukan qadha puasa, karena hukumnyafardhu, dan kita tidak mengetahui kapan ajal kita sampai, jika kita mendahulukan puasa sunnat syawal lalu kemudian kita sakit dan meninggal dunia, maka masih ada kewajiban yang belum ditunaikan.

Puasa sunnat syawal boleh dilakukan berturut-turut, dan boleh tidak berturut-turut, selama bulan syawal.

Barang siapa yang tertinggal puasa bulan Ramadhon karena sakit, lalu sebelum sembuh dia meninggal dunia, maka bagi mereka itu tidak wajib qadha dan tidak wajib membayar fidyah.

Tetapi jika sudah sembuh belum sempat dia mengqadho puasanya lalu meninggal dunia, baginya wajib menyusuli puasa yang tertinggal itu melalui dua qaul.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved