Berita Ogan Ilir

Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman datang ke Ogan Ilir untuk Lihat Langsung Kondisinya

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam tak mau ambil pusing terhadap pemeriksaan dan panggilan yang aka dilakukan oleh Ombudsman Sumsel.

SRIPOKU.COM/Resha AU
Bupati Ogan Ilir-Ilyas Panji Alam 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam tak mau ambil pusing terhadap pemeriksaan dan panggilan yang aka dilakukan oleh Ombudsman Sumsel.

Ia mengatakan, siap jika tim dari Ombudsman akan mendatanginya.

"Datang aja semua, silahkan cek. Itu dia kan belum liat. Coba datang aja ke sini, siapa aja boleh. Biar jelas duduk persoalannya seperti apa. Jangan dengar sepotong-sepotong, jangan komentar aja, datang ke sini cek," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (26/5/2020).

Ia masih keukeh dengan keputusannya saat mengeluarkan SK Bupati Ogan Ilir, tentang pemecatan 109 Tenaga Kesehatan Honorer di RSUD Ogan Ilir. Ia mengatakan, tuntutan mereka terlalu mengada-ada karena semua tuntutannya telah tersedia.

"Saya kan sudah katakan, bahwa demo itu mengada-ada. Silahkan dicek, APD-nya minim, siapa bilang? Cek la di situ, ada ribuan. Ada masker, baju APD, sarung tangan kacamata, pokoknya semua lengkap. Rumah singgah ada, cek di kantor DPRD itu. Sudah kita antisiapsinya. Vitaminnya ada, susu ada semua itu. Isentif, ga ada itu yang bilang insentif ga ada. Gugus tugas kan ada. Malah saya minta kasus per kasus. Yang bener-bener menangani pasien Covid-19, ada lagi insentif tambah lagi. Ini kerja aja belum menangani pasien corona juga belum," bebernya.

Ombudsman Sumsel Setujui Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Maladministrasi Pemberhentian 109 Tenaga Medis

Tenaga Medis di Rumah Sehat Jakabaring Dapat Insentif dari Pemprov Sumsel

Diskominfo Mencatat Kasus Positif Covid-19 di OKI Capai 59 Orang, 35 Orang Terpapar Transmisi Lokal

Sebelumnya, sebanyak 109 kerja honorer kesehatan di RSUD Ogan Ilir, dipecat. Mereka dipecat karena melakukan mogok selama 5 hari, sejak Jumat (15/5/2020) lalu.

Berdasarkan informasi, mereka mogok karena mempertanyakan beberapa hal. Seperti SK Gugus Tugas, APD yang layak, intensif sampai ke rumah singgah untuk tenaga medis usai menangani pasien Covid-19.

Kebijakan tersebut menarik perhatian Ombudsman Sumsel. Dalam rilis resmi yang diterima, mereka menduga adanya maladministrasi atas tindakan yang dilakukan oleh Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam.

Menanggapi hal itu, Ilyas mengaku tak jadi soal jika ia diperiksa karena kejadian tersebut. Ia mempersilahkan siapapun untuk datang dan memeriksa dirinya.

"Cek aja ke sini. Yang berkompeten di sini siapa? Silahkan cek, kita kroscek siapa yang betul. Kalau demonya ga ada, mengada-ada ya saya salah. Ini mengekspose ke mana-mana seolah-olah Bupati Ogan Ilir ga siap, ga sungguh-sungguh menghadapi Covid-19. Ini mempermalukan kita sendiri, mempermalukan Kabupaten Ogan Ilir, mempermalukan Rumah Sakit seolah-olah dengan tenaga medis ga perhatian," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved