Arab Saudi Berlakukan Jam Malam Idul Fitri
Arab Saudi sebelumnya memberlakukan pembatasan pergerakan selama 24 jam di sebagian besar kota tetapi melonggarkannya untuk memulai Ramadan.
RIYADH, SRIPO -- Arab Saudi akan memberlakukan jam malam selama 24 jam secara nasional selama liburan Idul Fitri 1441 Hijriah untuk membantu menekan penyebaran virus corona.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Selasa (12/5), jam malam akan berlaku pada 23-27 Mei seusai bulan puasa Ramadan berakhir.
Sampai saat itu, perusahaan komersial dan bisnis akan tetap beroperasi dan warga bebas pergi ke mana saja antara pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Namun Kota Suci di Makkah, masih berlaku jam malam secara penuh.
• Arab Saudi Larang Salat Tarawih di Masjid
Arab Saudi sebelumnya memberlakukan pembatasan pergerakan selama 24 jam di sebagian besar kota tetapi melonggarkannya untuk memulai Ramadan.
Kerajaan itu tidak melonggarkan lockdown yang diberlakukan di beberapa daerah karena jumlah infeksi Covid-19 tinggi.
Arab Saudi sejauh ini mencatat 42.925 kasus Covid-19 dan 264 kematian.
• Karena Virus Corona Raja Salman Asingkan Diri di Pulau, 150 Bangsawan Kerajaan Arab Saudi Terinfeksi
Jumlah itu merupakan angka tertinggi di keenam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang secara keseluruhan jumlahnya tercatat sebanyak lebih dari 107.000 kasus dan 582 kematian.
Sebanyak 71 warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi positif terinfeksi Covid-19 dan kini dalam kondisi stabil.
Sebagian besar di antaranya bekerja sebagai sopir dan pelaku jasa kebersihan (cleaning service).
“Berdasarkan informasi dari KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh, paling banyak kasus di Mekkah dan Madinah terutama pekerja migran yang bekerja sebagai sopir dan cleaning service,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha saat menyampaikan keterangan pers secara daring di Jakarta, Rabu.
Selain puluhan WNI yang masih dirawat, perwakilan RI di Arab Saudi juga mencatat 17 WNI dinyatakan sembuh dan 12 WNI meninggal dunia akibat pandemi tersebut.
Merespons banyaknya kasus Covid-19 yang diderita pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, perwakilan RI telah berkomunikasi dengan otoritas setempat dan pihak pemberi kerja agar menyediakan alat pelindung diri.
Arab Saudi termasuk negara yang banyak WNI terinfeksi Covid-19.
Data Kementerian Luar Negeri RI, per 13 Mei 2020 menunjukkan kapal pesiar merupakan klaster dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak yaitu 172 WNI, disusul Malaysia sebanyak 108 WNI, dan Arab Saudi 100 WNI.
Sedangkan posisi keempat yaitu Amerika Serikat, 60 WNI positif Covid-19, sebagian besar di antaranya berada di New York.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ganoo-essareuters.jpg)