Rampas Motor Remaja Perempuan Saat Hendak Mandi, Pelarian 2 Minggu Ismail Diakhiri Tim Elang

Akibat ulahnya merampas motor seorang warga, M Ismail (22 tahun) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ismail (baju tahanan) saat tertunduk lesu saat diamankan Tim Elang Polsek Talang Ubi Polres PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Akibat ulahnya merampas motor seorang warga, M Ismail (22 tahun) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya diamankan Tim Elang Polsek Talang Ubi usai dua pekan melakukan pelarian.

Ismail melakukan aksinya seorang diri. Dimana, diketahui kejadian pembegalan ini terjadi pada, Minggu (26/4/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Pelaku kemudian ditangkap pada Minggu (10/5/2020) kemarin saat berada di kawasan Sebadak Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi.

Korbannya yang remaja perempuan yang berboncengan tiga mengendarai sepeda motor dan hendak menuju kolam pemandian umum.

"Namun saat korban hendak menuju kolam pemandian umum, Pelaku Ismail keluar dari semak-semak dengan membawa sebatang kayu panjang dan mengancam korbannya," ungkap Kapolsek Talang Ubi melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang, Senin

Bayi 3 Bulan Positif Covid-19 Diisolasi di Rumah Sehat Silampari Lubuklinggau Kondisinya Membaik

Potensi Zakat Sumsel Rp3,2 Triliun, Penyaluran Akan Diprioritaskan Kepada Warga Terdampak Covid-19

Ridho Yahya Ancam Tutup Pasar Inpres Prabumulih Jika Pedagang dan Pengunjung tidak Pakai Masker

Saat ini pelaku Ismail beserta barang bukti sepeda motor jenis honda beat warna hitam beserta sebalok kayu panjang saat melancarkan aksinya kini diamankan pihak kepolisian.

"Pelaku ini seorang diri. Ia dikenakan pasal 365 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," jelasnya.

Sementara, tersangka Ismail mengaku baru pertama kali melakukan aksi pembegalan.

Ia berkilah terpaksa melakukan aksinya ini lantaran kesulitan untuk cari makan.

Dirinya melakukan aksi seorang diri dan akan dijual di daerah Desa Karang Agung Kecamatan Abab sebesar Rp 1 juta.

"Baru pertama ini pak (melakukan aksi begal). Saya cuma ingin makan pak, memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved