Virus Coroan di Sumsel

Dinkes Prabumulih Sebut OTG Tersisa 183 Orang dan bukan Pasien Positif Corona, tolong Jangan Dijauhi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo, menegaskan Orang Tanpa Gejala (OTG) bukanlah orang yang positif Covid-19.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/edison
Jumpa pers terkait perkembangan kasus Covid-19 di Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo, menegaskan Orang Tanpa Gejala (OTG) bukanlah orang yang positif Covid-19.

Namun adalah orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif atau dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

500 Paket Sembako dari Menkumham Yasonna H Laoly Tiba di OKU, Pendistribusian Libatkan Wartawan

"Jadi terkait adanya stigma negatif di tengah masyarakat, kita jelaskan ada 3 kriteria OTG yakni, petugas kesehatan yang tidak memakai APD lengkap tapi kalau pakai bukan OTG.

Orang yang satu lingkungan kerja dengan orang yang positif Covid-19.

Dan ketiga orang yang dalam perjalanan satu kendaraan yang jaraknya kurang dari 1 meter dengan orang konfirmasi positif, Swab Test positif, dan PDP," ungkap Sri Widiastuti kepada wartawan Kamis (7/5/2020.

Sekdin Dinkes itu mengungkapkan, jumlah OTG di Prabumulih sendiri sebelumnya memang lebih dari 400 orang.

Namun saat ini telah turun menjadi 183 orang disebabkan telah menjalani isolasi dan telah dilakukan rapid test sebanyak dua kali.

"OTG itu langsung kami isolasi mandiri dan dilakukan pemantauan 14 hari, lalu di rapid test pertama dan kedua, hasilnya negatif sehingga mereka tidak terpapar.

Jadi sangat kita sayangkan kalau mereka yang telah isolasi dan negatif rapid test ditolak ditengah masyarakat atau dijauhi," bebernya.

Tambahan 17 dari 227 Kasus Covid-19, 8 Lubuklinggau, 6 Palembang, 1 dari Muaraenim OKU & Muratara

Sri Widiastuti menjelaskan, dari 400 lebih OTG sebanyak 183 orang yang masih dalam tahap observasi dan akan menjalani rapid test sebanyak 2 kali.

"Kalau yang lain telah sembuh karena telah menjalani observasi dan selama dalam pantauan 14 hari tidak ada keluhan serta hasil rapid test dua kali negatif," jelasnya.

Sementara mengenai data OTG yang melonjak drastis dari sebelumnya 227 orang menjadi 411 orang, ibu berhijab itu mengaku data tersebut merupakan data mentah yang belum dilakukan surveyland oleh tim gugus tugas.

"Jadi kita itu menerima apabila ada masyarakat yang merasa resah apakah dirinya masuk OTG atau tidak, yang kontak erat dan medis pakai APD kita data semua serta menjalani isolasi mandiri sehingga data kita tinggi," lanjutnya.

Padahal setelah dilakukan tracking serta dilakukan observasi, angka OTG sebenarnya hanya tersisa 183 orang.

"Data itu hasil tracking dan itu benar-benar yang kontak erat dan ada kriterianya," katanya.

Untuk itu Kadinkes dr Happy Tedjo menambahkan, masyarakat hendaknya tidak resah terkait jumlah angka OTG, ODP dan PDP apalagi masyarakat itu menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Jumat 8 Mei 2020 untuk PAUD - SMA, Materi Belajar Link Live di Sini

"Kita imbau warga jangan resah, karena kalau resah dan panik dapat membuat imun tubuh menjadi menurun," bebernya.

Kadinkes menambahkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 174 orang dengan rincian 84 masih dalam proses pemantauan dan 90 selesai pamantauan, PDP sebanyak 18 orang dengan status 9 orang dalam pengawasan, 4 orang meninggal dunia dan 5 orang selesai pengawasan.

"Jumlah positif Covid-19 ada 12 orang dengan rincian 7 orang masih dalam proses perawatan, 1 orang meninggal dunia dan 4 orang telah sembuh," katanya seraya mengatakan data itu hingga Rabu (6/5/2020).

Sumber: Tribun Sumsel
  • Berita Terkait :#Virus Coroan di Sumsel
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved