Harno Teken PSBB, Hari Ini Diajukan ke Gubernur

Pemkot akan segera menyerahkan semua berkas pendukung penerapan PSBB kepada Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM / Anton
Ilustrasi PSBB Palembang 

PALEMBANG, SRIPO -- Rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah digadang Pemerintah Kota Palembang mulai ada titik terang.

Jika sebelumnya, pengajuan usulan tersebut masih terkesan mengambang, namun kini dipastikan setalah berkas-berkas pendukung PSBB telah resmi diteken oleh Walikota Palembang, H Harnojoyo. Langkah selanjutnya Pemkot akan segera menyerahkan semua berkas pendukung penerapan PSBB kepada Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

"Kita lakukan ini karena melihat kasus positif di Kota Palembang sudah cukup meningkat, tercatat hingga 2 Mei 2020 sudah ada 90 kasus positif. Sekarang pak Wako sudah tanda tangani pengajuan PSBB," ujar Sekertaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, Minggu (3/5/2020).

Palembang Ternyata Selama Ini Belum Ajukan PSBB kepada Gubernur Sumsel, Sekda Ungkap Faktanya

Bak Ditutupi Terpal Selundupkan 4 Orang, Mobil Barang Ini Kelabui Petugas yang Jaga Wilayah PSBB

Menurut Dewa, banyak pertimbangan sehingga belum diajukanya PSBB sejak 20 April lalu. Salah satunya soal sebaran yang belum merata di Palembang.

“Kalau dari sisi peta, sebaran ini baru di 16 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Palembang. Terus juga harus disertai peta sebaran dan kurun waktu sebarannya,” jelasnya.

Namun, setelah semua kajian dan data-data yang ada dengan ukuran waktu sudah siap sebagai lampiran sudah siap semua."Jadi semua kajian sudah keluar dan ini sudah kita kumpulkan semua datanya untuk lampiran," ungkapnya.

"Selama ini kita masih berlakukan instruksi Walikota Palembang. Tapi kemarin, telah ditandatangani Walikota Palembang untuk pengajuan PSBB,” jelas, Minggu (3/5).

Untuk kesiapan penerapan PSBB, Pemkot Palembang dipastikan sudah siap.

"Seluruh personil dan tim sudah melakukan peninjauan titik-titik yang nantinya bakal jadi akses keluar masuk penerapan PSBB," jelas Dewa.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kota Palembang, dr Ayus Astoni melalui Juru Bicara Dinkes Kota Palembang, Yudhi menjelaskan, jumlah kasus positif Covid-19 di Palembang sejauh ini sudah mencapai 90 kasus.

"Sementara masih terus bertambah. Tapi agak melambat. Hal ini karena alat penegakan diagnosa seperti virus transport media, dacron swab, dan reagansia sering habis pasokan dari Kemenkes," jelasnya. (cr26)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved