Hari Ini, Tujuh Tahun Silam Berdiri Kabupaten Muratara, Pemekaran Diwarnai Pertumpahan Darah

Berbagai pihak memasang papan bunga yang bertuliskan Mengenang 7 Tahun Aksi Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Muratara.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/rahmat
Papan bunga bertebaran di pinggir Jalinsum, tepatnya di Simpang 4 Rupit untuk mengenang pemekaran Kabupaten Muratara 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengenang tragedi berdarah pemekaran kabupaten ini, Rabu (29/4/2020).

Berbagai pihak memasang papan bunga yang bertuliskan Mengenang 7 Tahun Aksi Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Muratara.

Mereka memasang papan bunga di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang 4 Rupit.

Sebelum Dobrak Pintu, Posisi Tubuh Napi Narkoba di Lapas Mata Merah Ini 2 Kali Diintip Tidak Berubah

Dimana lokasi itu merupakan tempat warga Muratara tewas tertembak peluru aparat saat demonstrasi menuntut pemekaran pada 29 April 2013 lalu.

Ketua Forum Silaturahmi Aktivis Pemekaran Muratara (FSAPM), Hery Triwahyudi, mengajak masyarakat mengingat kembali sejarah terbentuknya Kabupaten Muratara.

Tujuannya untuk mengenang tragedi pemekaran Kabupaten Muratara yang diadakan setiap tanggal 29-30 April.

Peristiwa berdarah pada tanggal 29 April 2013 silam itu, kata Hery, mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah perjuangan masyarakat memekarkan Muratara, sampai-sampai nyawa jadi korban," kata Hery kepada Tribunsumsel.com, Rabu (29/4/2020).

Menurut dia, semua orang sepakat bahwa tidak ada yang menginginkan konflik hingga menimbulkan korban jiwa kala itu.

Akan tetapi, dengan adanya kericuhan dan korban, akhirnya Kabupaten Muratara bisa mekar dari kabupaten induk Musi Rawas.

Dampak Penundaan PON XX Papua Karena Covid-19, KONI Sumsel Imbau Atlet Gelar Latihan Mandiri

"Kami tidak ingin orang-orang yang menduduki jabatan di Pemkab Muratara saat ini terlena dengan jabatan yang mereka peroleh setelah Muratara mekar.

Ketahuilah bahwa berdirinya daerah ini karena ada yang kehilangan nyawa, ini menjadi renungan kita bersama,” tutur Hery.

Dia mengingatkan, sebenarnya perjuangan pemekaran Kabupaten Muratara sudah dilakukan sejak tahun 1960 an, tapi tidak pernah berhasil.

Setelah adanya aksi tanggal 29 April 2013 tersebut, akhirnya Kabupaten Muratara disetujui untuk dimekarkan.

"Tidak ada yang paling berjasa, karena semuanya berjasa, tidak ada yang paling berjuang, karena semuanya berjuang," tegas Hery.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved