Ramadan 2020

UNIK, Mushaf Alquran dari PALI Ini Berbahan Daun Lontar Diperkirakan dari Abad 12

Alquran dari Daun Lontar ini berukuran panjang 1 meter dengan lebar 60 centimeter (Cm) dengan halaman depan terbuat dari kulit.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/REIGAN RIANGGA
Mushaf Alquran ditulis di daun lontar masih terawat dan masih bisa dibaca, saat ini tersimpan rapi di Kabupaten PALI. 

PALI, SRIPO -- Kabupaten PALI atau tepatnya di Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talangubi, ternyata menyimpan sejarah dakwah penyebaran agama Islam yang cukup berpengaruh. Hal itu dibuktikan dengan adanya benda berharga, berupa mushaf Alquran yang terbuat dari Daun Lontar ditulis dalam Bahasa Arab, dengan seni ukir yang tinggi, Saat ini, benda bersejarah itu dirawat dan dijaga Marwani Udjang (60).

Alquran dari Daun Lontar ini berukuran panjang 1 meter dengan lebar 60 centimeter (Cm) dengan halaman depan terbuat dari kulit. Ayat-ayat dalam Alquran diukir sedemikian rupa sebanyak 30 Juz lengkap, sebanyak 46 lembar Daun Lontar terdiri dari 92 halaman.

Pada bagian tengah dan ujung tiap halaman pun diberikan jahitan tangan dari benang wol. Selain ada Alquran dari daun Lontar, ia juga ditipkan untuk merawat Alquran yang terbuat dari kertas meski ukurannya tak begitu besar.

Musim Nyekar Jelang Ramadan, Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa PALI Terbengkalai

Pilkada di Bumi Serepat Serasan Ditunda, KPU PALI Akui Anggaran senilai Rp 40 Miliar Masih Utuh

Alquran dari daun Lontar ini belum diketahui secara pasti sejarah kapan dibuatnya. Hanya saja, diperkirakan pada Abad ke 12 sebelum adanya media dari kertas.

"Initinya, pesannya itusampaikan ajaran Quran. Kita sikapi ini adalah simbolis untuk diajarkan kepada generasi muda." ujar Marwani Udjang (60), Kamis (23/4/2020).

Menurut Marwani dirinya adalah generasi ke tiga (3) yang merawat Alquran dari Daun Lontar itu.

Dimana, ia menceritakan saat dirinya dan beberapa kerabat lain bersilahturahmi ke tempat guru pengajiannya di Jakarta pada Tahun 2012. Kemudian setelah pulang dirinya diminta untuk merawat dan menjaga Alquran Daun Lontar.

"Kalau History (cerita) dari guru saya, beliau juga secara tak terduga, tiba-tiba ada Alquran dari Daun Lontar ini didepan rumahnya. Kemudian dirawat dan diberikan kepada saya saat pulang," jelasnya.

Terkait cara merawat Alquran Daun Lontar ini, jelas Marwani tak afa seperti ritual khusus.

"Merawatnya sebulan atau dua bulan sekali kita jemur dan di kuas. Cara bukanya tiap halaman pun harus hati, karena takut remtan sobek," ujarnya.

Pesannya pada dasarnya Quran adalah petunjuk untuk manusia.

"Ini adalah Sebuah karya, benda bersejarah menunjukkan benda semacam ini, bahwa orang zaman dulu dengan segala batasan, mereka bisa menyampaikan ajaran Quran, sehingga pesan yang ingin disampaikan itu bisa sampai dan diyerapkan kepada masyarakat," katanya. (cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved