Dua Daerah Ajukan PSBB, Palembang dan Prabumulih

Dia mengapresiasi upaya yang dilakukan pemimpin daerah di Provinsi Sumsel yang mengajukan permohonan upaya tersebut jika telah memenuhi syarat.

Editor: Soegeng Haryadi
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel H.Herman Deru masih menyempatkan diri memantau kesiapan operasional ODP Center di Wisma Atlet Jakabaring. 

PALEMBANG, SRIPO -- Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru mempersilakan pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumsel untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah masing-masing kepada pemerintah pusat. Hingga saat ini ada dua daerah yang mengajukan PSBB, Palembang dan Prabumulih.

"Sudah saya persilakan bupati dan walikota yang merasa daerahnya sudah memenuhi syarat untuk diajukan PSBB. Saya dengar belakangan sedang dalam pengkajian mungkin dalam waktu dekat kota Palembang untuk PSBB," ujarnya, Senin (20/4/2020).

Dia mengapresiasi upaya yang dilakukan pemimpin daerah di Provinsi Sumsel yang mengajukan permohonan upaya tersebut jika telah memenuhi syarat.

Ini Dia Salah Satu Syarat Pengajuan PSBB: Penularan tak Terkendali Lagi

Pemkot Palembang Klaim Siap Lakukan PSBB Pasca Ditetapkan Zona Merah, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar

Dewan Prabumulih Temukan Posko Tim Medis Garda Terdepan Minim Fasilitas, Sidak Posko-Posko Covid-19

"Ini juga tentu lebih menenangkan warga jika syarat terpenuhi jika PSBB dilakukan. Namun juga harus kita ukur kekuatan daerah tersebut, jika terjadi PSBB bahwa ada jaminan-jaminan yang mungkin sangat penting seperti pangan dan kebutuhan dasar lainnya," jelas HD.

Disebutkan dia, saat ini daerah di Sumsel yang juga tengah melakukan pengajuan PSBB adalah Kota Prabumulih.

Menurutnya, adanya pengkajian wilayah untuk pengajuan PSBB adalah suatu hal yang wajar. Namun, kecukupan syarat dan ketetapannya tergantung dengan Kementerian Kesehatan. Setelah semuanya dinyatakan memenuhi syarat baru dibuat peraturan gubernur mengenai teknis pelaksanaan PSBB.

Dia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Sumsel baik warga domisili maupun di perantauan yang telah memberikan sumbangsih.

"Kita merasa diringankan, Dengan APBD yang terbatas tapi partisipasi warga luar biasa dari mulai masker, sanitizer bahkan tenaga pemakaman di desa-desa disiapkan APD. Ini dilanjutkan dengan untuk menyangga ekonominya bahwa setiap kabupaten kota sudah melaporkan tentang kegiatan pembagian sembako untuk kebutuhan warganya," tambah dia.

Menurut HD, Pemerintah provinsi pun telah menstimulan bahkan sudah mendahului memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

"Bukan pemerintah saja, PKK sudah berikan bantuan, juga tingkat pemerintahan kota , kecamatan dan kelurahan. Pemprov akan suplai semua bahan kebutuhan yang dibutuhkan dan dianggap belum terpenuhi oleh mereka," ujarnya. (cr26)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved