KKB yang Ditembak Mati oleh TNI Polri Ternyata Penembak Jitu,Senapan SS1 Beserta 17 Peluru Diamankan

Kapolda Papua Irjen Polisi paulus Waterpauw, mengatakan, sejak Maret hingga April 2020, aparat telah berhasil menembak tujuh anggota KKB

Editor: Yandi Triansyah
IRSUL PANCA ADITRA
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Kabinda Papua Brigjen TNI AH. Napoleon, saat menunjukan senjata yang berhasil direbut dari KKB, Kamis (16/4/2020).(IRSUL PANCA ADITRA) 

SRIPOKU.COM, MIMIKA -- Kapolda Papua Irjen Polisi paulus Waterpauw, mengatakan, sejak Maret hingga April 2020, aparat telah berhasil menembak tujuh anggota KKB dalam sejumlah insiden kontak senjata di Kabupaten Mimika.

Terakhir, pihaknya menembak mati Menderita Walia, penembak jitu atau sniper dari kelompok kriminal bersenjata ( KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.

Menderita dilaporkan tertembak saat terjadi kontak senjata di Gunung Botak, Distrik Tembagapura, Mimika, Jumat (10/4/2020).

Selain itu, aparat keamanan juga berhasil merampas senjata api laras panjang jenis SS1 yang digunakan Menderita.

"Turut diamankan 1 buah magasin SS1 beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm," ujar Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw, Kamis (16/4/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Jenderal Petinggi Polri Sebar Video Polisi Lupa Lepas Masker Saat Minum, Langsung Direspon dan Viral

 

Dijanjikan Terima Perhiasan oleh Teman di Facebook,Seorang Warga di Palembang Tertipu,Rp 7 Juta Raib

Menurut Paulus, senapan dengan nomor JAT.695381 ini merupakan hasil rampasan di Pos Polisi Kulirik, Puncak Jaya, pada 4 Januari 2014.

Kondisi senjata tersebut, menurut Paulus, terlihat sangat terawat, bersih, dan tanpa cacat.

"Saudara Menderita ini dikenal sebagai sniper di kelompok Lekagak Talenggeng," kata Kapolda didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab di Aula Mako Brimob Yon B.

Paulus mengatakan, sejak Maret hingga April 2020, aparat telah berhasil menembak tujuh anggota KKB dalam sejumlah insiden kontak senjata di Kabupaten Mimika. Pertama,

empat KKB tewas dalam kontak senjata dengan Satgas TNI-Polri di di daerah Wini, Distrik Tembagapura, pada 15 Maret 2020.

Tiga pucuk senapan laras panjang jenis AR 15, AK 47, dan Thompson, disita dari tangan KKB. Senjata itu merupakan rampasan dari sejumlah pos dan polsek.

Paulus menjelaskan, senjata jenis AR 15 dirampas KKB saat menyerang Polsek Pirime pada 27 November 2012.

Lalu, dua anggota KKB tewas dalam kontak senjata di Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, pada 9 April 2020.

Dua anggota KKB itu terlibat dalam penembakan di kantor PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020.

Seminggu Glenn Fredly Wafat, Mendadak Sosok Ini Ngaku Didatangi Suami Mutia Ayu di Mimpi, Ada Apa?

 

Seorang Jukir di Lubuklinggau Ditangkap Edarkan Sabu, Ternyata Pembelinya Polisi yang Menyamar

Penembakan itu menewaskan satu pegawai Freeport Indonesia asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal.

"Satu KKB yang tewas bernama Tandi Kogoya, merupakan eksekutor penembakan di Kantor PT Freeport Indonesia," kata Paulus.

Sehari setelahnya, TNI-Polri menewaskan anggota KKB di Gunung Botak, Distrik Tembagapura pada 10 April.

"Jadi yang tewas itu namanya Menderita Walia, dia penembak jitu di KKB," kata Paulus.

(Penulis: Kontributor Kompas TV Timika, Irsul Panca Aditra | Editor: Dheri Agriesta)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved