Sambil Berlinang, Satpam yang Tega Tampar Perawat Gegara tak Mau Pakai Masker Ungkap Kondisi Anaknya

Melansir Kompas, Senin (13/4/2020), seorang pria nekat tampar salah satu perawat klinik.

instagram @lambe_turah
Satpam Tampar Perawat saat diingatkan tak pakai masker 

SRIPOKU.COM - Penyebaran virus corona memang membuat kita resah.

Beberapa aturan baru diterbitkan dalam upaya mengatasi ancaman virus ini.

Salah satunya dengan penggunaan masker.

Namun, ada saja orang masih ngeyel dan pergi tanpa menggunakan masker.

Bila diingatkan, malah marah-marah

Melansir Kompas, Senin (13/4/2020), seorang pria nekat tampar salah satu perawat klinik.

Peristiwa ini terjadi saat pelaku yang merupakan satpam SD membawa anaknya yang sakit ke klinik pada Kamis (9/4/2020).

Video: Dinas Ketahanan Pangan Sumsel Pastikan Stok Pangan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Aman

Pengemudi Ojol Ditangkap Polisi, Diduga Sebarkan Video Viral Bernada Provokatif Protes Kebijkan PSBB

Pasca 3 Hari di ICU, PM Inggris Boris Johnson Pulang dari Rumah Sakit, Tunangan Ucap Terima 

Inilah 10 Kebiasaan Sehat Harus Diajarkan Orangtua pada Anak, seperti Konsumsi Makanan Berwarna

Saat sedang mengantre, seorang pelaku diingatkan oleh seorang perawat untuk menggunakan masker.

Perawat tersebut menjelaskan bahwa semua pasien ataupun keluarga yang datang ke klinik harus menggunakan masker.

sang perawat juga menjelaskan pada pelaku jika dokter tak mau melayani pasien atau keluarga yang datang tanpa masker.

Tak terima diingatkan, pelaku malah marah-marah dan mendaratkan tamparan di wajah sang perawat.

Bahkan ngerinya, pelaku juga mengancam untuk membunuh si perawat.

"Habis marah-marah, dia mengancam awas kalau ketemu di jalan tak bunuh tak penggal lehermu," ujar sang perawat menirukan ucapan pelaku.

Sang dokter pun keluar untuk menjelaskan peraturan penggunaan masker.

Namun, si pelaku tetap tidak terima dan malah pergi tanpa memeriksakan anaknya.

Merasa terancam karena ulah pelaku, sang perawat pun memutuskan untuk melaporkan pelaku ke polisi.

Melansir Tribun, Senin (13/4/2020), pelaku yang diamankan polisi meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

"Saat itu saya bingung sebab saya akan memeriksakan anak yang sedang sakit panas dan batuk tapi disuruh pakai masker," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Minggu (12/4/2020).

"Saya cuma menggetok wajah perawat itu, bukan melakukan penganiayaan," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin menuturkan, pelaku ditangkap di rumahnya pada Sabtu (11/4/2020) sekira pukul 20.15 WIB oleh tim Resmob Polrestabes Semarang bekerjasama dengan Polsek Semarang Timur.

Asep Mauludin menambahkan jika motif tersangka melakukan pemukulan lantaran emosi selepas diingatkan perawat di klinik tersebut.

Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved