Sekda: Palembang Belum Perlu PSBB
Pemerintah Kota Palembang termasuk Pemda yang cepat tanggap dalam mempersiapkan antisipasi penyebaran Covid-19.
PALEMBANG, SRIPO -- Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia menjadi fokus Pemerintah Pusat maupun daerah. Termasuk Pemerintah Kota Palembang yang all out mempersiapkan langkah-langkah antisipasi pencegahan serta penanganan pasien yang terkonfirmasi Covid-19.
Dalam kegiatan Sumsel Virtual Fest 2020, Kepala Newsroom Sripo-Tribun, Weny Ramdiastuti sebagai moderator menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Palembang termasuk Pemda yang cepat tanggap dalam mempersiapkan antisipasi penyebaran Covid-19.
Sekertaris Daerah Setda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia serta Presiden RI, Joko Widodo mengeluarkan statment regulasi penangan Covid-19, belajar, bekerja dan beribadah dirumah, Pemkot Palembang langsung merespon hal itu.
• Meskipun Prabumulih Zona Merah Virus Corona, Walikota Merasa Belum Perlu Lakukan PSBB, Ini Alasannya
• Herman Deru Soal PSBB di Sumsel: Kita Pertimbangkan Dulu
Meski belum statusnya tanggap darurat, tapi Pemkot Palembang secepatnya menindak lanjuti imbauan presiden dengan mengeluarkan kebijakan belajar, bekerja dan beribadah di rumah.
"Kita kesampingkan Protokoler Resmi, saat itu regulasi tertulis belum keluar namun baru sebatas lisan dari Pemerintah Pusat. Sehingga kami merespon untuk membentuk tim kecil, belum ada gugus tugas seperti sekarang. Tapi secara administrasi kita tetap mengikuti aturan, intensif koordinasi dengan Dandim dan Kapolrestabes Palembang," ujarnya, Kamis (9/4/2020).
Dicontohkannya, Dinas Pendidikan Kota Palembang, melalui grup kepala sekolah langsung menyebarkan informasi untuk meliburkan siswa meski dari sisi prosedur administrasi (tertulis) dalam proses ketika itu.
"Makanya, di awal Maret sudah dimulai dan action rapat membentuk gugur tugas hingga ke tingkat Kecamatan/kelurahan di Palembang sekitar 342 regu tersebar," kata Sekda.
Lanjutnya, Pemkot juga melakukan pergeseran anggaran yang disisir dari alokasi perjalanan dinas dll hingga terakumulasi senilai Rp 200 miliar. Dana tersebut akan diperuntukkan penanganan Covid-19 bidang kesehatan, ekonomi dan jaring pengaman sosial.
"Ini lah yang akan diperuntukkan bagi penanggulangan Covid-19, termasuk memberikan bantuan paket sembako bagi masyarakat miskin baru, yang berdasarkan data mencapai 19.555 KK atau 78 ribu jiwa. Paket sembako yang disediakan berkisar 114 paket," katanya.
Selain itu, langkah preventif telah dilakukan dengan melakukan penyemprotan dan membagikan disinfektan hingga ke rumah-rumah warga yang dikoordinir oleh RT setempat, agar tidak terjadi kerumunan massa.
"Namun kita imbau prioritas untuk rutin mencuci tangan pakai sabun dengan alir mengalir karena ini sangat efektif," ujarnya.
Kemudian upaya lain yang dilakukan Pemkot Palembang, menyiapkan 10 ribu masker dari 60 UMKM yag diberdayakan untuk membuat masker kain sebanyak mungkin yang akan segera dibagikan pada masyarakat. Mekanisme pendistribusian masker kain akan melalui RT setempat, dan tahap awal.
Terkait, perlukah PSBB di Palembang, Dewa menambahkan, ada kriteria tertentu dan ranah Gugus Tugas Covid-19, kesiapan yang matang menyangkut ketersediaan pangan dan sandang hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, memantau tren grafik ODP dan PDP maka belum mengarah ke PSBB.
"Koordinasi dijalankan juga selalu melaporkan segala hal ke Walikota Palembang sampai yang terkecil sekalipun Wacananya ada jika kemungkinan terburuk terjadi dan sudah diantisipasi baik Pemkot, TNI dan Polri," jelasnya.
Sementara itu, Perusahaan Daerah milik Pemkot Palembang, PDAM Tirta Musi yang turut serta dalam Sumsel Virtual Fest 2020 juga mendukung langkah-langkah pencegahan Covid-19, melalui penyuplaian air bersih untuk westafel portabel yang bisa dipergunakan masyarakat mencuci tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sekda-palembang.jpg)