Breaking News:

Pria Asal Kelurahan Kampung Baru Padang Bersama Temannya Sembunyikan Sabu di Pintu Mobil

Dit Res Narkoba Polda Sumsel menggagalkan peredaran sabu yang hampir saja sampai ke tangan masyarakat Palembang Kamis (9/4/2020).

Editor: Refly Permana
sripoku.com/rere
Dua tersangka diduga kurir narkoba lintas provinsi saat dihadirkan dalam gelar perkara di halaman Dit Res Narkoba Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dit Res Narkoba Polda Sumsel menggagalkan peredaran sabu yang hampir saja sampai ke tangan masyarakat Palembang Kamis (9/4/2020).

Terlebih, aksi dua pria yang datang dari Padang, Sumatera Barat tersebut cukup terencana lantaran dua kilogram sabu yang mereka bawa disembunyikan di pintu mobil.

Namun, dengan kejeliannya, anggota yang melakukan penangkapan tak bisa dikelabui hingga akhirnya kedua tersangka dibawa ke Mapolda Sumsel.

Jenazah Perawat Terpapar Corona Ditolak Dimakamkan, Persatuan Perawat Bawa Kasusnya ke Ranah Hukum

Kedua pria tersebut adalah Zulyosa Putra (50) yang tinggal di Jalan Ampera Kelurahan Kampung Baru Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Padang.

Seorang lagi adalah Deni Tanjung (27), warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Tanjung Aur Nan IV Padang malah ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Keduanya ditangkap saat melintas dengan naik mobil Toyota Avanza di Desa Lubuk Karet Betung Banyuasin.

Lalu, laju mobil dihentikan aparat yang selanjutnya melakukan pemeriksaan.

Petugas sempat kesulitan sebelum akhirnya mendapatkan barang bukti dua kilogram sabu di pintu mobil.

Saat Berdoa di RS, Glenn Fredly Terdiam Sebentar Tahan Sakit di Kepala, Terucap Pesan untuk Adiknya!

Dari pengakuan keduanya, mereka disuruh seseorang untuk mengantarkan sabu dengan mengendarai mobil dari Padang tujuan Palembang.

"Baru satu kali mengantar dan dijanjikan akan diupah Rp 25 juta per orang," kata Zulyosa.

Dikatakannya, mobil yang dikendarai ke Palembang merupakan pinjaman dari pihak yang memerintahkan keduanya/

"Kami ini tidak memiliki pekerjaan tetap. Makanya, mau tidak mau saat ada tawaran dengan upah yang besar kami terima. Memang, tahu yang kami bawa itu narkoba. Karena terdesak, tetap kami terima meski uangnya belum diberikan," kata Deni, tersangka lainnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved