Berita Sriwijaya FC

Dijuluki Kurnia Meiganya Sriwijaya FC, Ternyata Rudi Nurdin Rajak Pernah Menginap di Wisma Atlet JSC

Barangkali lantaran postur dan gayanya mirip dengan sang kiper Timnas, Kiper Rudi Nurdin Rajak ketika dijuluki Kurnia Meiganya Sriwijaya FC.

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Rudi Nurdin Rajak, kiper Sriwijaya FC 
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Barangkali lantaran postur dan gayanya mirip dengan sang kiper Timnas, kiper Rudi Nurdin Rajak ketika dijuluki Kurnia Meiganya Sriwijaya FC.
 
Ketika ditanyakan langsung, kiper kedua Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) ini bengong lantaran dia sendiri mengaku tidak tahu kalau dirinya mirip dengan Kurnia Meiga Hermansyah yang juga mantan kiper Tim Arema Malang.
 
"Banyak nyebut Kurnia Meiga Hermansyah. Saya gak tahu juga kenapa.
Biasa teman-temen juga bilang begitu teman-teman di Ternate maupun teman yang di sini juga bilang begitu. Gak tau mirip apa gak," ungkap Kiper nomor punggung 20.
Kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah.
Kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah. (KOMPAS/WAWAN H PRABOWO)
Rudi seperti kurang memperdulikan bermain di bawah bayang-bayang julukan nama kiper Timnas ini. Apalagi jebolan PPLP Maluku Utara memiliki kiper yang diidolakannya selama ini.
 
"Dari dulu saya mengidolakan coach Ferry Rotinsulu dan kiper Barcelona Marc Andre Ter Stegen.
Saya sendiri dipanggil coach Ferry masuk ke Sriwijaya FC mungkin karena pernah sama-sama di Lampung Sakti jadi bisa melihat permainan saya," kata Anak ketiga dari 4 bersaudara buah kasih pasangan Nurdin Rajak dan Jamilah Sulaiman. 
 
Rudi Nurdin Rajak yang pada libur tim kali ini menjadi penghuni terakhir di Mess Sriwijaya FC, Wisma Atlet Kompleks Jakabaring Sport City ternyata punya kenangan dengan tempat ini di masa kecilnya.
 
"Saya dari kecil kelas 6 sudah ikut O2SN Tingkat Nasional 2012 tandingnya di Palembang dan nginap di wisma atlet. Saya lupa tandingnya di lapangan mana.
Kita Maluku Utara kalah sama Bali," kata bujangan kelahiran Maregam Tidore Selatan Kota Tidore Provinsi Maluku Utara, 2 April 1999.
Mantan kiper utama Persikat Tegal tim Liga 3 yang berhasil membawanya naik kasta lolos Liga 2 ini pun baru kebagian pulang ke Tidore Selatan, Rabu (1/4/2020) pagi.
Ia pun tetap serius latihan mengikuti arahan coach untuk menjadi lebih baik.

Selama duduk di bangku SMP, Rudi mengaku fokus sekolah.
Habis itu ia terjun ke PPLP Maluku Utara setara SMA 2014-2015.
Pas di situ dapat juara 2 tingkat PPLP Nasional 2016.

"Saya kelas 2 SMA itu habis itu POPWIL di Papua dapat juara 2.
Pada saat kelas 3 ikut Kejurnas PPLP ke Pekanbaru sampai di 8 besar Tahun 2017.
Baru 2018 ikut PONAS di Semarang, kalah di 8 besar," bebernya.

Jadi Ketum Singa Mania, Yayan Punya Misi Ajak Kelompok Suporter Sriwijaya FC Junjung Perdamaian

Tak Berkecil Hati Belum Tampil Laga Perdana, Stoper Sriwijaya FC Rifki Kejar Ketinggalan



Lulus dari PPLP, Rudi terjun di Persikabo Bogor langsung dilihat dipantau coach Indra Sjafrie TC di Yogyakarta sampai sebulan dan sayangnya ketika diumumkan tidak lolos dalam seleksi Timnas U-19.
 
"Pemain bola semua mau dipanggil timnas tapi untuk itu mesti latihan lebih serius maksimal biar bisa dilirik. Yang terpenting fokus di Sriwijaya mudah-mudahan naik kasta," ujarnya.

Ia pun hijrah ke Tim Lampung Sakti kalahnya di babak 16 besar dan bertemu coach Ferry Rotinsulu Tahun 2018.
 
"Di Lampung Sakti saya jadinKiper kedua. Pada musim kemarin 2019 barulah main di Persikat Tegal sampai lolos naik Liga 2. Di Persikat Tegal saya jadi Kiper pertama," paparnya.

Kelompok Suporter Sriwijaya FC Singa Mania Ajak Masyarakat Baca Yasin Demi Usir Corona

Video : Manajer Sriwjaya FC Hendri Zainuddin, Beberkan Kerugian Sriwijaya FC Dampak Virus Corona


Seperti sekarang inipun, meski posisinya sebagai kiper kedua, Rudi mesti selalu siap kapanpun ketika kiper pertama berhalangan.

"Profesional saja. Kalau kiper pertama berhalangan. Kiper kedua mesti siap. Habis pemanasan, pesan coach Ferry selalu bilang kita harus selalu siap," ujarnya.

Meski duduk di bangku cadangan pada laga perdana kompetisi Liga 2 saat Sriwijaya FC menundukkan PSIM 2-1 di Stadion GSJ, Minggu (15/3/2020), Rudi mengaku puas memberikan dukungan kepada punggawa Laskar Wong Kito yang telah berjuang memetik poin 3.
 
"Kemarin itu teman teman sudah berusaha sangat luar biasa. Kakak kakak saya apalagi Bang Imam tampil luar biasa.
Saya juga gak ada persaingan soal siapa yang diturunkanm Tergantung coach aja dan kitanya siap main dan selalu berdoa untuk kemenangan tim kita," ungkap Rudi.
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved