Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Begini Penjelasan RSUD Rupit Muratara, Tentang Bayi Digendong Tenaga Medis Pakai APD

Humas RSUD Rupit, Silva, menjelaskan, bayi MA bersama ibunya melakukan perjalanan dari Prabumulih ke Padang karena ada urusan keluarga.

Editor: Yandi Triansyah
handout
Beredar foto dua tenaga medis RSUD Rupit Kabupaten Muratara mengenakan APD lengkap di grup whatsapp, Jumat (3/4/2020) dini hari. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Humas RSUD Rupit, Silva, menjelaskan, bayi MA bersama ibunya melakukan perjalanan dari Prabumulih ke Padang karena ada urusan keluarga.

Saat hendak pulang ke Prabumulih dari Padang, tiba-tiba di wilayah Kabupaten Muratara bayi MA mengalami sesak napas.

"Iya benar, meninggal dunia, barusan. Dia masuk IGD kita kemarin, setelah isya' kira-kira," katanya, Jumat (3/4/2020).

Bayi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meninggal dunia.

Foto bayi itu sebelumnya viral di media sosial sedang digendong tenaga medis RSUD Rupit yang memakai alat pelindung diri (APD).

1 Pasien Positif Corona Asal Palembang, Perempuan Berusia 52 Tahun, Ada Hubungannya dengan Pasien 01

 

Takut Mati, 1 dari 8 Orang Perampok Toko Emas di Sungai Lilin Serahkan Diri,Ini Pesan untuk Rekannya

Bayi berinisial MA berumur 1,6 tahun tersebut meninggal dunia, Jumat (3/4/2020) sore.

Silva menjelaskan, bayi yang meninggal dan sempat dirawat di RSUD Rupit itu belum pasti terjangkit virus corona atau Covid-19.

Tenaga medis memakai APD lengkap saat merawat bayi itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, bayi MA mengeluh sesak napas dan baru saja melakukan perjalanan bersama ibunya dari Padang Sumatera Barat.

Bayi MA merupakan warga asal Kota Prabumulih Sumatera Selatan.

Sehingga bayi MA dilarikan ke RSUD Rupit Kabupaten Muratara untuk mendapatkan penanganan medis.

Silva mengatakan, tiba di RSUD Rupit, bayi MA langsung dilakukan penanganan oleh tim medis.

Warga Marah, Merebaknya Virus Corona, Ratusan Jenazah Diangkut dari Jalan dan Rumah di Ekuador

 

Bayi Digendong Tenaga Medis Pakai APD di Muratara Meninggal, Hasil Rapid Test Negatif

"Itulah kenapa tenaga medis kita pakai APD lengkap, karena gejalanya sesak napas, terus asalnya dari Prabumulih, dan juga baru saja dari Padang," katanya.

Silva menambahkan, bayi MA sudah dilakukan rapid test untuk mengetahui apakah ada indikasi Covid-19.

"Semalam sudah kita rapid test, sudah dirontgen, alhamdulillah hasilnya negatif," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved