Baru Seminggu Diberlakukan, Lockdown di India Kacau
Kekacauan situasi di India setelah dilakukan lockdown sejak Selasa (24/3) sampai 21 hari ke depan, disebabkan pembatasan transportasi.
JAKARTA, SRIPO -- Belum sampai seminggu lockdown diterapkan di India, kekacauan terjadi. Dampak penutupan pabrik-pabrik industri dan pembatasan transportasi umum, membuat sebagian besar pekerja migran terpaksa jalan kaki pulang ke desanya.
Buruh pabrik tidak punya cukup uang untuk bertahan hidup, karena upahnya dibayar secara harian. Rumah sakit pun ikut terkena dampaknya, menipisnya stok masker N-95 serta alat pelindung diri (APD).
Kekacauan situasi di India setelah dilakukan lockdown sejak Selasa (24/3) sampai 21 hari ke depan, disebabkan pembatasan transportasi. Lockdown India mencakup negara-negara bagian, yakni dengan banyaknya perbatasan yang ditutup. Imbasnya adalah pergerakan warga yang terbatas, dan operasional sebagian besar transportasi umum yang terhenti.
• Sumsel Bisa Terapkan Local Lockdown
• Tegal Berlakukan Local Lockdown, Tutup Perbatasan Empat Bulan
Di New Delhi, beberapa bus masih beroperasi, tapi hanya mengizinkan pemegang izin pemerintah untuk naik. Sementara itu polisi dan paramiliter menghentikan kendaraan pribadi yang melintas.
Begitupula layanan kereta api India yang membatalkan semua layanan, kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret. Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal telah ditutup.
Penutupan pabrik dan perkantoran mengakibatkan banyak buruh kehilangan pekerjaan dan tidak punya cukup uang, karena upah mereka dibayar secara harian. Seperti dikutip kompas.com sebagian besar buruh tinggal di apartemen yang sempit, bekerja berjam-jam untuk beberapa dollar sehari, dalam kondisi yang kerap tidak aman tanpa jaminan sosial.
Menurut statistik pemerintah India, setiap tahun ada lebih dari 9 juta buruh dari pedesaan yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Mereka biasanya melamar di bidang konstruksi atau pabrik-pabrik.
Kana Ram, pejabat distrik di pos perbatasan negara bagian Rajasthan dan Gijarat, mengatakan ada 21.000 orang yang melintas pada Kamis (26/3) lalu. Kemudian hari berikutnya jumlahnya menurun signifikan, tapi masih terlihat sekitar 500 orang melintas per jam.
Stok APD dan ventilator langka di sejumlah rumah sakit . Rata-rata jumlah tempat tidur rumah sakit di India adalah 0,7 untuk setiap 100.000 orang. Jauh lebih sedikit dari negara seperti Korea Selatan (6 per 100.000) yang sanggup membendung penyebaran virus.
Pada Jumat lalu, pemerintah mengatakan akan mengimpor 10.000 ventilator, tapi beberapa laporan menyarankan India sebaiknya menyediakan 70.000 ventilator. (tribunnews/kcm/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lockdown-di-india.jpg)