Pasien Demam Tinggi di OKI

Ada Pasien Demam Tinggi di OKI, Begini Fasilitas RSUD Kayuagung Antisipasi Terduga Suspect Corona

Saat ini, ada satu pasien dengan demam tinggi pasca tiba dari Jakarta menjalani perawatan di RSUD Kayuagung.

tribunsumsel.com/nando
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, dr T Mirda Zulaikha. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, dr T Mirda Zulaikha, saat dikonfirmasi mengatakan pihak rumah sakit sedang merawat satu pasien yang memiliki gejala demam tinggi.

"Saat ini RSUD Kayuagung memiliki 1 pasien dengan kriteria atau pasien dalam pemantauan," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2020).

Dijelaskan Mirda, pasien tersebut telah dibawa ke ruangan isolasi khusus dan telah dilakukan pengecekan.

"Pasien memiliki 1 kriteria klinis demam tinggi setelah pulang dari Jakarta, 1 hari yang lalu dan terus dalam pengecekan," jelasnya.

Virus Corona Bisa Bertahan 9 Hari di Benda Mati, Inilah 5 Cara Bersihkan Smartphone Bebas Bakteri

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung yang langsung ditunjuk melalui surat keputusan kementerian kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/menkes/169/2020.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, dr T Mirda Zulaikha saat dikonfirmasi mengatakan, telah siap sepenuhnya dalam penanganan pasien.

"Insyaallah kami sudah menyiapkan ruang isolasi, seluruh peralatan perlengkapan dan tenaga medis yang diperuntukkan khusus menangani pasien terindikasi Covid-19," ucapnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (16/3/2020) pagi.

Dijelaskannya, ruang isolasi khusus tersebut terdapat 5 ruangan yang seluruhnya berada di RSUD Kayuagung.

"Satu ruangan yang telah seratus persen siap yaitu di IGD sedangkan 4 ruangan lainnya hari ini sedang dilakukan beberapa tahap perbaikan untuk memenuhi standar sesuai ketetapan.

Jadi total terdapat 5 ruang khusus untuk menangani pasien terindikasi Covid-19 di RSUD Kayuagung," jelasnya.

BKN Regional VII Palembang Umumkan Jadwal Tes SKB CPNS di Sumsel Diundur Hingga Waktu tak Ditentukan

Untuk alat perlengkapan sudah sangat cukup, dan stok baju khusus bagi tim medis sudah disiapkan.

"Kami sudah menyediakan 20 baju khusus bagi penanganan pasien, karena baju itu hanya dapat digunakan sekali pakai,"

"Jadi saat ini kita sedang melakukan pemesanan kembali baju khusus tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk tim medis yang disiagakan yaitu 2 tim yang terdiri dari Dokter dan perawat.

"Nantinya 2 tim tersebut akan melakukan penanganan selama 24 jam siang dan malam, dengan sistem shift agar pengobatan dapat berjalan di seluruh ruang isolasi tersebut," tegasnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved