Breaking News:

Buya Menjawab

Hikmah dari Wabah Virus Corona

Apa hikmah dari musibah wabah corona yang menjalar ke seluruh penjuru dunia? Mohon penjelasan Buya.

https://www.google.co.id/
Ilustrasi - Lindungi Keluarga dari Virus Corona. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA apa hikmah dari musibah wabah corona yang menjalar ke seluruh penjuru dunia? Mohon penjelasan Buya. Terimakasih.
08228108XXXX

Waspada Corona Jangan Abaikan DBD

Daftar Pemain & Pelatih Terjangkit Virus Corona COVID-19: ,Rugani, Hudson Odoi hingga Mikel Arteta

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
SEORANG muslim setiap hari sekurang-kurangnya mengucapkan ; ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN 17 KALI dalam satu hari satu malam. SURAH AL FAATIHAH AYAT DUA INI; berupa pernyataan hamba Allah bahwa Allah yang menciptakan alam ini (termasuk manusia) karena Allah yang menciptakannya, maka Allah yang memilikinya, karena Allah yang memilikinya maka Allah pula yang mengaturnya, karena Allah yang mengaturnya, maka Allah pulalah yang memeliharanya.

Bagi muslim yang memahami maksud ayat ini tentu dia menyerahkan diri kepada Allah, siap diatur oleh Allah SWT. Apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dilarang Allah dia patuhi dengan ikhlas. Mengenai wabah corona, memang Rasulullah SAW. sudah mengingatkan dalam hadits beliau bersabda, yang artinya: ”Di akhir zaman nanti aka nada wabah& penyakit melanda manusia di dunia, hanya ummatku yang terhindar karena memelihara wudhuknya.” (HR.Thabrani)

Siapa-siapa yang akan terkena wabah corona di dunia tersebut, sudah ditentukan Allah SWT. Sejak manusia ada didalam Rahim ibunya berupa janin yang berusia 4 bulan 10 hari, perhatikan haidst Nabi sebagai berikut;

Sabda Rasulullah saw. secara lengkap sebagai berikut; "Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas'ud ra. Telah berkata; "Telah bersabda Rasulullah saw dan dialah yang selalu benar dan yang dibenarkan", "Sesungguhnya tiap orang diantaramu dikumpulkan pembentukannya (kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa nutfah (air yang kental). Kemudian menjadi 'alaqoh (segumpal darah) selama itu juga (40 hari), kemudian menjadi mudghoh (gumpalan seperti sekerat daging), selama itu juga (40 hari), kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia meniupkan roh padanya dan diperintahkan (ditetapkan) dengan 4 perkara:

1. Ditentukan rizkinya,
2. Ajalnya (umurnya),
3. Amalnya (pekerjaannya),
4. Ia celaka atau bahagia.

Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain dari pada-Nya, sesungguhnya seorang di antara kamu ada yang mengerjakan pekerjaan ahli Surga sehingga tidak ada antara dia dengan Surga itu kecuali sehasta saja, maka mendahuluilah atasnya ketentuan (Takdir) Tuhan, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli neraka, maka iapun masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu mengerjakan pekerjaan ahli neraka sehingga tak ada antara dia dan neraka kecuali sehasta saja, maka ia didahului ketentuan Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli Surga, maka iapun masuklah ke dalam Surga." (HR.Imam Bukhari dan Muslim)

Pada saatnya setelah sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan seorang ibu, Allah mengeluarkan bayi itu dari dalam rahim ibu ke dunia ini. Inilah yang dinamakan kehidupan di alam dunia. Allah swt. hidupkan manusia dimuka bumi ini dalam waktu yang relatif singkat untuk memberikan peluang kepadanya melakukan amal-amal yang baik, berkualitas yang disebut dengan amal shaleh. Begitu kehendak Allah swt. sebagaimana dalam firman-Nya: "Yang menjadikan mati dan hidup (bagi manusia) untuk menguji, siapa diantara kamu (manusia) yang baik amal ibadahnya dan Allah maha gagah dan maha pengampun". (QS:67 Al Mulk:02)

Manusia menikmati kehidupan di dunia ini dengan menjalani Qadar-taqdir yang sudah tertulis di Lauhil Mahfuz, maka dengan upaya dan ikhtiarnya berlakulah qodlo Allah swt. susah dan senang, bahagia, celaka mewarnai kehidupan hambaNYA di dunia ini. Bagi mereka yang memiliki keimanan yang tangguh, apapun yang terjadi mereka hadapi dengan sabar dan senantiasa mematuhi komitmen-nya ketika belum terjelma di alam dunia ini.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved