Berita Muratara

Rumah Lama 'Long House' Sebagiannya Dihuni Karyawan PT Lonsum di Muratara Ludes Terbakar

Rumah panjang terdiri dari beberapa pintu tersebut merupakan tempat tinggal para karyawan perusahaan perkebunan sawit PT Lonsum.

Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah
Rumah bedengan yang dihuni karyawan PT Lonsum di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara terbakar, Rabu (11/3/2020). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Rumah lama panjang biasa disebut long house dijadikan bedengan yang dihuni karyawan PT London Sumatera (Lonsum) Belani Elok Estate dikabarkan ludes terbakar, Rabu (11/3/2020).

Rumah panjang terdiri dari beberapa pintu tersebut merupakan tempat tinggal para karyawan perusahaan perkebunan sawit PT Lonsum.

Kejadian ini terjadi tepatnya di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara (Musi Rawas Utara).

Kepala Desa Belani, Syuaib Sofyan saat dihubungi Tribunsumsel.com membenarkan kejadian long house terbakar tersebut.

"Iya, saya baru dapat kabar sore ini, kejadiannya siang tadi kabarnya, saya belum tau persis bagaimana ceritanya," kata Syuaib.

Dia menyebutkan, lokasi kompleks perumahan karyawan PT Lonsum Belani Elok Estate tersebut berada jauh dari perkampungan Desa Belani.

"Lokasinya memang jauh dari dusun kami, cuma masih dalam wilayah Desa Belani, sekitar 10 kilometer dari dusun kami," kata Kades.

Berdasarkan informasi awal yang dia terima, rumah bedengan yang terbakar tersebut adalah rumah panjang atau warga setempat menyebutnya 'long house'.

Listrik Alami Black Out, Perjalanan LRT Terhenti Selama 35 Menit, Penumpang Dievakuasi Sesuai SOP

Ketua KPK Firli Bahuri Angkat Bicara Pasca Namanya Disebut dalam Persidangan Ahmad Yani

Awalnya PLN Padam Lalu Menyala Kembali Tiba-tiba Muncul Api dan Rumah Beserta Isinya Terbakar

"Kabarnya long house yang terbakar itu, perumahan lama, bentuknya panjang terbuat dari kayu," ungkap Syuaib.

Dia menyebutkan, warga yang tinggal di rumah itu sebagian merupakan warga lokal Desa Belani, sebagiannya lagi warga dari luar daerah.

"Warganya campuran, sebagian warga kami, sebagiannya lagi warga luar, ada dari Jawa, Medan, macam-macam," katanya.

Kapolres Muratara, AKBP Adhi Witanto melalui Kapolsek Rawas Ilir, IPTU Afrinaldi membenarkan kejadian tersebut.

Pihaknya hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui kronologi dan penyebab kebakaran.

"Anggota kami sudah turun, kami masih melakukan olah TKP, nanti dikabarkan lagi," singkat Kapolsek.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved