Istana Presiden Kebanjiran

Dalam video yang diperlihatkan Pramono Anung, terlihat air setinggi mata kaki petugas kebersihan.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Istana Presiden Kebanjiran 

“Air yang mau masuk drainase,” kata Basuki.

Basuki mengklaim pihaknya telah menyiapkan dua pompa air yang selalu berada di Istana. Bahkan, Basuki mengaku telah berada di lokasi saat genangan air nampak di kompleks Istana Kepresidenan.

“Dimana banjirnya? Tidak ada. Saya jam 6 disini. Pompa saya kan saya siapin dua disini. Aman,” jelasnya.

KA Bandara Terganggu
Tidak hanya Istana yang kebanjiran, lintasan rel kereta api KRL Commuterline Jabodetabek juga kereta bandara terendam air. VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengatakan jalur rel di sejumlah lokasi masih tergenang air hingga pukul 09.30 WIB.

Anne Purba mengatakan beberapa jalur rel yang tergenang air yakni Stasiun Kampung Bandan-Stasiun Kemayoran, Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang. Hal itu juga berimbas kepada perjalanan kereta bandara Soekarno-Hatta.

“Genangan air yang ketinggiannya di atas rel terdapat di lintas antara Stasiun Kampung Bandan-Stasiun Kemayoran, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Tanah Abang. Untuk itu PT KCI menyampaikan permohonan maaf atas kendala perjalanan KRL yang terjadi,” ujar Anne Purba.

Anne Purba menuturkan, petugas PT KCI dan PT KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya untuk normalisasi sejumlah jalur tersebut dengan bantuan pihak-pihak terkait. Di sisi lain, PT KCI turut mengimbau para pengguna untuk merencanakan kembali perjalanannya mengingat sejumlah rekayasa pola operasi tersebut.

“Pengguna juga kami ajak untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dengan tidak berdesakan saat naik turun kereta, tidak memaksakan diri untuk naik ke dalam KRL yang telah penuh, dan selalu berhati-hati terutama saat kondisi licin karena hujan,” ujarnya.

Imbas dari terendamnya lintasan rel tersebut membuat para pekerja, karyawan dan PNS memilih untuk meliburkan diri. Salah satunya Yogi, PNS Kementerian Agama RI ini terpaksa harus kembali ke rumahnya di Cilebut, Bogor, Jawa Barat karena KRL tertahan lama di Depok.

“KRL enggak jalan-jalan hampir satu jam di Depok, pulang saja, sudah izin kantor, force majeure,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami Buddy warga Cilebut lainnya, ia juga kembali pulang ke rumah karena KRL yang ditumpanginya tidak bisa menembus banjir. “Sudah di Pasar Minggu nih, balik lagi,” katanya.

Selain KRL, perjalanan kereta jarak jauh juga mengalami keterlambatan. Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 Jakarta Eva Chairunnisa mengatakan ada titik-titik banjir di beberapa lintasan rel yang tingginya bervariasi. Sejumlah prasarana dan titik lintas kereta api yang terdampak banjir membuat PT KAI mengambil sejumlah langkah berupa perubahan pola operasi hingga pembatalan perjalanan. Hal itu dilakukan untuk keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Sementara itu, banyak kendaraan roda empat baik besar ataupun kecil yang terjebak banjir di tol Jakarta-Cikampek. Dari Jalan Caman, tampak Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang mengarah ke Jakarta, tepatnya di Pondok Gede Timur, Jati Bening, pun ikut tergenang. Banjir di kawasan itu tampak setinggi 90 sentimeter.

Sementara arah sebaliknya, Tol Jakarta-Cikampek yang mengarah ke Cikampek tampak lancar. Genangan hanya terlihat 10 hingga 20 sentimeter. Sementara penumpang bus yang terjebak itu pun tampak keluar dari bus.

Beberapa dari mereka ada yang tengah mengabadikan momen tersebut. Tampak juga di sisi kanan galian kereta cepat juga ikut terendam. Bahkan seng-seng di kawasan itu pun roboh. Pekerja di kawasan itu tampak terjebak di tengah tol tersebut. (Tribun Network/dit/yud/gle/wly)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved