Perampokan dan Penyekapan Ternyata Rekayasa, Ety Susanti Terlilit Utang

Ety mengakui jika telah merekayasa perampokan sekaligus penyekapan setelah petugas Polres Prabumulih melakukan pemeriksaan intensif.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Ety Susanti Terlilit Utang 

PRABUMULIH, SRIPO -- Aksi perampokan dan penyekapan Ety Susanti (30) yang merupakan pegawai sekaligus pembantu Toko Zahwa Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur pada Kamis (20/02/2020) sekira pukul 10.00, ternyata hanya rekayasa.

Ety Susanti yang merupakan warga Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih tersebut sengaja mengarang cerita untuk mengambil uang Rp 11 juta milik majikannya Ferdi dan Lia Asmara (36).

Ety mengakui jika telah merekayasa perampokan sekaligus penyekapan setelah petugas Polres Prabumulih melakukan pemeriksaan intensif.

Pengakuan Tetangga Sosok Ety Pelaku Perampokan di Prabumulih, Baru Sebulan Kerja

Video Viral Aksi Pegawai Toko Rekayasa Aksi Perampokan di Prabumulih untuk Mencuri Uang Majikan

Kasus Perampokan di Prabumulih, Polisi tak Temukan Bekas Jejak Pelaku

Hal itu dilakukan petugas lantaran setelah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan menyinkronkan dengan keterangan Ety justru menemukan banyak kejanggalan.

Tidak hanya itu, pengakuan dari Ety juga bahkan berbelit-belit dan terkesan berubah-ubah. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan mendalam hingga akhirnya ibu muda itu mengakui jika dirinya sengaja mengarang cerita dan merekayasa perampokan dan penyekapan terhadap dirinya.

Kepada anggota kepolisian, Ety mengaku nekat melakukan rekayasa perampokan dan penyekapan lantaran terlilit hutang.

Sementara dirinya mengetahui sang majikan menyimpan uang Rp 11 juta di dalam meja kasir dan kunci laci tidak dibawa pemilik toko.

Atas dasar itu Ety kemudian mengarang cerita jika ada dua perampok masuk dan melarikan diri lewat jendela lantai tiga ruko. Ety tidak mengetahui jika di lantai tiga tidak ada tempat lari, sementara jendela lantai dua banyak kawat berduri.

Ety mengambil uang dengan membuka laci penyimpanan uang menggunakan kunci yang disimpan di laci sisi lain di meja kasir. Kemudian ia mengikat sendiri mulut, tangan dan kaki menggunakan lakban serta membiarkan bayi digendongnya terkapar di lantai.

Namun aksi pelaku terbongkar setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif. Ety ditetapkan sebagai tersangka dan harus mendekam di sel tahanan polres Prabumulih.

"Terpaksa aku rekayasa pak, aku khilaf, aku lagi butuh duit untuk bayar utang, nyesal nian aku," ungkap Ety dihadapan petugas kepolisian.

Ety menuturkan, dirinya melihat sang majikan menyimpan segepok uang di dalam laci kasir dan meletakkan kunci di laci sebelahnya. Melihat itu, Ety yang sedang terlilit hutang rentenir mengambil uang tersebut.

"Pas ibu pegi jemput anak, aku tiba-tiba terpikir ambil duit itu, terus aku karang cerito itu, aku nyesal nian pak," ungkap tersangka.

Wakapolres Prabumulih, Kompol Agung Aditya SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH mengungkapkan, tersangka Ety Susanti (30) akan dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved