Berita Muratara

Bekerja di PT Lonsum Sejak Tahun 1994 Terakhir Jadi Mandor, Nurhani Di-PHK Tanpa Imbalan Jasa

"Saya sudah kerja di PT Lonsum ini, dari tahun 1994, mulai dari pembibitan, sampai sekarang tidak diangkat, malah saya di-PHK, bonus saya ditahan,"

Bekerja di PT Lonsum Sejak Tahun 1994 Terakhir Jadi Mandor, Nurhani Di-PHK Tanpa Imbalan Jasa
Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah
Nurhani, salah seorang eks pekerja PT Lonsum Bukit Hijau yang menuntut hak pada aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (18/2/2020) 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Nurhani adalah satu dari ratusan massa yang berteriak menuntut hak pada aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (18/2/2020).

Ratusan massa menggelar unjuk rasa di komplek perkantoran perusahaan perkebunan sawit PT London Sumatera (Lonsum) Bukit Hijau, di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir.

Nurhani yang merupakan eks pekerja PT Lonsum Bukit Hijau menyampaikan, ia bersama rekan-rekannya sudah bekerja puluhan tahun tapi tak pernah diangkat menjadi karyawan tetap.

Kini ia menjadi salah satu dari 300 pekerja yang dilakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK oleh perusahaan tanpa diberikan imbalan jasa.

"Saya sudah berpuluh tahun kerja di PT Lonsum ini, dari tahun 1994, mulai dari pembibitan, sampai sekarang tidak diangkat, malah saya di-PHK, bonus saya ditahan, tidak dikeluarkan," katanya.

HD Dukung Pembangunan Transmisi 500 KV Muara Enim-New Aurduri Jambi oleh PT Waskita Karya

Terima Kunjungan PT Talisman Sakakemang, Gubernur HD Minta Jaga Lingkungan dan Tenaga Kerja Lokal

BPBD Muba Tetapkan Status Siaga II Banjir, Begini Cara Penetapan Siaga Banjir oleh BPBD Muba

Nurhani yang sudah lanjut usia sampai menitikkan air mata dan tangannya bergetar saat memegang microphone menyampaikan tuntutannya pada aksi unjuk rasa tersebut.

Ia meminta organisasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo) Kabupaten Muratara yang memfasilitasi unjuk rasa ini untuk memperjuangkan haknya.

"Saya minta tolong, bapak-bapak, adik-adik dari Serbundo Muratara, tolong uruskan bonus imbalan jasa saya dan teman-teman saya, tolong perusahaan keluarkan bonus saya," pintanya.

Nurhani yang sebelumnya bekerja sebagai mandor ini menyebutkan, ia di-PHK secara sepihak oleh perusahaan pada pertengahan tahun 2019 lalu tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

"Saya pernah datang ke kantor PT Lonsum, saya tanya mengapa saya tidak bekerja lagi, kata perusahaan tunggu, saya tunggu tapi sampai sekarang saya tidak dipanggil-panggil lagi," katanya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved