Berita MUBA

Pemkab Muba Dorong Petani Sawit Rakyat Agar Siap Hadapi Penerapan Seritifkasi ISPO

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mendorong petani sawit rakyat agar siap menghadapi penerapan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: tarso romli
sripoku.com/fajeri ramadhoni
BANTUAN KELOMPOK TANI - Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet menyerahkan secara simbolis bantuan kepada perwakilan kelompok tani dalam kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Selasa (14/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Muba dorong petani sawit raih sertifikat ISPO
  • Dari 61 Perusahaan Perkebunan di Muba baru separuh yang sudah sertifikasi ISPO
  • Perkebunan kelapa sawit menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Muba

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mendorong petani sawit rakyat agar siap menghadapi penerapan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan atau ISPO.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menjawab tantangan keberlanjutan industri sawit yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet menegaskan, penerapan ISPO bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi jalan menuju kepastian usaha dan kesejahteraan bagi petani.

Menurutnya, industri sawit memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan seperti isu lingkungan dan tata kelola lahan.

"Perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah, tetapi kita juga harus memastikan pengelolaannya berkelanjutan. Pemerintah tidak bisa tinggal diam, karena keberlanjutan lingkungan dan sosial adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” kata Toha saat sosialisasi ISPO bagi pekebun sawit di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Selasa (14/10/2025).

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini, menambahkan bahwa Pemkab Muba telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendukung petani rakyat menuju sertifikasi ISPO.

Di antaranya percepatan legalisasi lahan dan kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), pendampingan kelembagaan pekebun, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perkebunan melalui pelatihan, serta kolaborasi dengan perusahaan dan lembaga sertifikasi.

"Pemerintah daerah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator. Kami ingin petani sawit rakyat di Muba bisa mendapatkan manfaat nyata dari penerapan ISPO ini,"tegasnya.

Pada kesempatan tersebut dirinya menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani dari sejumlah kecamatan berupa bibit sawit, karet, pinang, pupuk, hingga perlengkapan pendukung seperti laptop untuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). 

Baca juga: PRIA Jagoan di Kertapati Ini Divonis Tiga Tahun Penjara, Tukang Todong Paling Sangar di Palembang

"Bantuan tersebut dapat memperkuat kelembagaan petani sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat,"tutupnyam

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir mengatakan, kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kelembagaan pekebun, pelaku usaha, dan perusahaan mitra plasma.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para peserta diharapkan memahami prinsip dan kriteria ISPO sekaligus termotivasi untuk mempercepat proses sertifikasi.

Toyibir menjelaskan, hingga saat ini program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Muba telah mencakup 35 kelembagaan pekebun yang sudah memasuki tahap tanaman menghasilkan, dengan total 47 mitra kelembagaan yang aktif.

Salah satu keberhasilan yang diapresiasi ialah KUD Sejahtera Babat Toman yang telah lebih dulu berhasil memperoleh sertifikat ISPO secara mandiri.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved