Awal 2020 WCC Palembang Sudah Terima 3 Laporan Kekerasan Seksual

Pusat pembelaan hak-hak perempuan Women's Crisis Center Palembang menyebutkan sepanjang awal 2020 telah menerima tiga laporan kasus kekerasan seksual.

Awal 2020 WCC Palembang Sudah Terima 3 Laporan Kekerasan Seksual
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD saat memberikan sambutan pada acara talkshow peringatan hari kasih sayang dan hari anti kekerasan seksual, Women's Crisis Center (WCC) Palembang di Griya Agung, (14/02/2020). 

Menurut Yeni, upaya menurunkan kasus kekerasan seksual akan sangat efektif bila dibantu oleh banyak pihak termasuk para remaja.

"Oleh karena itu, kami dari WCC meminta pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PKS. Ini mendesak sekali. Semoga di 2020 ini bisa segera disahkan," ujar Yeni

Direktur Eksekutif Women's Crisis Center (WCC) Palembang,
Yeni Roslaini Izi, mengungkapkan, banyak remaja yang melapor kepada pihaknya setelah perayaan hari valentine.

Karena alasan rasa saya mereka melakukan kekerasan seksual.

Hal itu diungkapkan Yeni saat menghadiri talkshow peringatan hari kasih sayang dan hari anti kekerasan seksual, Women's Crisis Center (WCC) Palembang di Griya Agung, (14/02/2020).

Yeni mengatakan, kekerasan seksual di Sumsel sangat memprihatinkan.

"Di Sumsel yang melapor mungkin banyak, namun yang tidak melapor bisa lebih 10 kali lipat, bahkan yang melapor justru tetangganya," kata Yeni.

Menurut Yeni banyak kasus yang diterima setelah hari valentine, oleh karena itu diadakan kegiatan ini untuk menghapuskan kekerasan seksual tersebut.

"Banyak remaja yang melapor setelah hari valentine, mereka melakukan kekerasan seksual karena rasa sayang," ujarnya.

Kekerasan yang bersikap memaksa tanpa ada persetujuan dari korban, terdapat 15 bentuk kekerasan seksual, perkosaan, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan aborsi, pelecehan seksual, prostitusi paksa, penyiksaan seksual, praktik tradisi, ekspoitasi seksual, pemaksaan kehamilan, pemaksaan kontrasepsi, kontrol seksual, penghukuman nuansa seksual, perdagangan perempuan dan intimidasi seksual.

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved