470 PPK Pilkada 2020 Jangan Berpihak
Menurut Kelly, pihaknya menginginkan agar pemilihan bupati dan wakil bupati 7 Kabupaten se Sumsel bulan September mendatang berlangsung aman.
PALEMBANG, SRIPO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel meminta anggota badan adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada 2020 mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam menyikapi dinamika politik di masyarakat.
Rencananya, semua anggota PPK terpilih berdasarkan hasil seleksi yang telah digelar di KPU dari tujuh kabupaten di Sumsel, akan dilantik 29 Februari 2020 mendatang. Selanjutnya mereka akan bekerja dalam tahapan pilkada hingga bulan September mendatang.
• Pilkada 2020 di Ogan Ilir, Media Sosial Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab OI akan Diawasi
• Pesan Jimly Asshidiqie di Pilkada 2020: Terima Amplopnya, Laporkan ke Bawaslu
"Harapan kita, mereka bisa bekerja dengan baik, tidak berpihak dan independen, sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, sehingga terpilih kepala daerah yang kredibel," kata Kelly Mariana, Selasa (11/2).
Menurut Kelly, pihaknya menginginkan agar pemilihan bupati dan wakil bupati 7 Kabupaten se Sumsel bulan September mendatang berlangsung aman. Sebab, suksesnya pelaksanaan Pilkada adalah keberhasilan proses demokrasi secara keseluruhan.
“Pilkada sebagai sarana demokrasi yang menjunjung tinggi hak memilih masyarakat sebagi warga negara," ujarnya.
Ditambahkan Kelly, anggota PPK yang akan dilantik nanti merupakan hasil dari perekrutan melalui proses seleksi, mulai dari pendaftaran tes tertulis hingga wawancara. Pada tahap akhir akan menghasilkan anggota PPK sebanyak 5 orang untuk tiap Kecamatan yang ada.
“Anggota PPK yang terpilih adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara sehingga memiliki kapasitas individu dalam melaksanakan tugas sebagai PPK,“ tuturnya.
Berdasarkan catatan, anggota PPK yang saat ini dalam proses wawancara untuk memilih lima orang, sebagian besar merupakan tokoh masyarakat masing-masing kecamatan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, misalnya tokoh organisasi masyarakat dan kepemudaan.
“Latar belakang yang beragam menunjukkan, layak dijadikan panutan di wilayah masing-masing. Jagalah kepercayaan dengan sebaik-baiknya,“ kata Kelly.
Di Sumsel ada 7 Kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak September mendatang. Yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kemudian Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara).
• Gerindra Jajaki Koalisi Parpol Usung Kader Maju Calon Bupati di Pilkada PALI
• Cerita Bakal Calon Wabup Ogan Ilir, Ardani Siap Mundur Demi Kampung Halaman Pada Pilkada 2020
Sementara jumlah penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan atau PPK yang akan dilantik nanti 470 orang. Mereka berada di 94 kecamatan di tujuh kabupaten di Sumsel yang menggelar pilkada, yakni Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, OKU, Musirawas, Muratara, dan PALI.
Dilanjutkan Kelly, Pilkada secara langsung merupakan perhelatan demokrasi di tingkat lokal dan partisipasi politik yang terbuka seluas-luasnya.
Lewat pemungutan suara yang transparan dan demokratis diharapkan nantinya mendapatkan pemimpin yang memiliki kapabilitas, kompetensi, dan integritas. Selain itu, aksesibilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. (arf/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pemilu-susulan.jpg)