Pilkada 2020 di Sumsel

Pesan Jimly Asshidiqie di Pilkada 2020: Terima Amplopnya, Laporkan ke Bawaslu

Pesan Jimly Asshidiqie: Terima Amplopnya, Lapor Bawaslu. Prof DR Jimly Asshidiqie SH MH asli wong Sumsel yang mantan Ketua DKPP RI

Pesan Jimly Asshidiqie di Pilkada 2020: Terima Amplopnya, Laporkan ke Bawaslu
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Prof DR Jimly Asshidiqie SH MH bareng Wagub Sumsel Ir H Mawardi Yahya, Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia Kemas Khoirul Mukhlis. 

Pesan Jimly Asshidiqie: Terima Amplopnya, Lapor Bawaslu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jelang penyelenggaraan Pilkada 2020 atau Pilkada Serentak 7 kabupaten di Sumsel, Ketum ICMI Prof DR Jimly Asshidiqie SH MH asli wong Sumsel yang mantan Ketua DKPP RI berpesan banyak saat menjadi tamu kehormatan Launching Kepala Daerah Pilihan Rakyat di Hotel Emilia Palembang, Jumat (24/1/2020).

"Berharap ada prakarsa dari lembaga-lembaga seperti Lintas Politika ini launching Pilkada di setiap provinsi.

Baik untuk saling mengingatkan baik kepada penyelenggara maupun calon peserta supaya bisa memastikan proses Pemilu Pilkada kita ini berintegritas dan berkualitas lebih baik dari Pilkada sebelumnya," ungkap tokoh akademisi kelahiran Palembang, 17 April 1956. 

Prof DR Jimly Asshidiqie SH MH
Prof DR Jimly Asshidiqie SH MH (SRIPOJU.COM/ABDUL HAFIZ)

Diakuinya Indonesia masih banyak masalah lantatan masih banyak aturan yang tidak ditaati.

Kualitas dan integritas penyelenggara masih belum baik walaupun sudah mengalami perbaikan dari waktu ke waktu berkat adanya Bawaslu, DKPP. 

"Tapi tetap harus kita tingkatkan apalagi kualitas dan integritas peserta itu belum banyak mengalami perubahan karena didorong semangat bersaing secara tidak sehat," kata bapak lima anak (Robby Ferliansyah, Sheera Maulidya, Afida Nurul Fazria, Mieska Alia Farhana, dan Rafi Fakhrurrazy) buah pernikahan dengan Tutty Amalia.

Adapun cara menanggulanginya menurutnya harus ditindak dengan tegas. Kalau misalnya peserta itu curang, jangan dimenangkan. 

"Itulah sebabnya kita memerlukan Bawaslu. Baik Bawaslu maupun KLU diawasi, etikanya oleh DKPP.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved