Liputan Eksklusif

74 Mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia Telantar, Madon Terpaksa Jual Buah

Sesekali mereka pun saling tertawa dan bercanda saat melakukan aktivitas pembersihan tersebut.

DOK. SRIPO
74 Mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia Telantar, Madon Terpaksa Jual Buah 

PALEMBANG, SRIPO -- Puluhan mahasiswa/mahasiswi Politeknik Olahraga Indonesia (POI), tampak sibuk berkegiatan di depan kampus, sekaligus tempat mereka tinggal di Gedung POI depan venue voli pantai Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (5/2) petang.

Aktivitas yang dilakukan para mahasiswa tersebut bukanlah proses belajar mengajar. Mereka melakukan pembersihan rumput liar yang berada di sekitaran areal kampus mereka. Dengan menggunakan alat seadanya, para mahasiswa ini memotong rumput kemudian membakarnya. Tak pelak kepulan asap dari membakar rumput tersebut membumbung tinggi memenuhi areal JSC.

Sesekali mereka pun saling tertawa dan bercanda saat melakukan aktivitas pembersihan tersebut. Saat para pria melakukan pembersihan, mahasiswi lainnya tampak sibuk di dapur dengan membuatkan minuman dan makanan ala kadarnya sebagai pengganjal perut.

Pembersihan atau sekadar bercanda sore di depan kampus, menjadi salah satu aktivitas para mahasiswa POI yang kini vakum aktivitas perkuliahannya karena status mereka belum jelas hingga saat ini. Kampus yang berada dibawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini, sempat melakukan aktivitas perkuliahan pada tahun 2017 hingga pertengahan 2019 selama tiga semester.

Total ada 90 mahasiswa berasal dari seluruh daerah di Indonesia yang mendapatkan beasiswa gratis berkuliah POI. Ke 90 mahasiswa itu terdiri dari 30 mahasiswa di Program Studi Menajemen Industri Olahraga (D4), 30 mahasiswa di Kepelatihan Olahraga (D4) dan 30 mahasiswa di Analisis Performa Olahraga (D4).

Di tengah perkuliahan yang sedang berlangsung, beredar kabar POI tak mendapatkan izin. Alasannya POI di Jakabaring tidak memiliki kompetensi menyelenggarakan pendidikan setingkat akademis. Belum jelasnya status itu, membuat aktivitas perkuliahan vakum dan mahsiswa/mahasiswi terpaksa terkatung-katung tanpa kejelasan tinggal di mess gedung POI lantai 3.

Meski belum ada kejelasan mengenai perkuliahan, namun para mahasiswa masih tetap bertahan. Lantaran Kemenpora memastikan mereka akan tetap berkuliah dan dimutasikan ke Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Universitas Sriwijaya. Madon, salah seorang mahasiswa POI asal Baturaja mengatakan para mahasiswa POI berasal dari seluruh wilayah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Sulawesi hingga Papua.

Dengan status yang belum jelas, demi bertahan hidup di tanah rantau banyak dari para mahasiswa mencari kerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari berjualan, menjadi panitia kegiatan olahraga dan kerja serabutan lainnya.

"Sudah setahun lebih kami tak kuliah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya berjualan peralatan minuman dan buah," katanya.

Diakuinya, mahasiswa POI sangat kecewa dengan kondisi yang terjadi saat ini. Para mahasiswa dibiarkan luntang-lantung tanpa kejelasan. Iming-iming peralihan status perkuliahan ke Unsri juga masih belum ada rimbanya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved