Penerbangan ke dan dari China Dihentikan, Ribuan Turis Terdampar

Indonesia menutup sementara penerbangan langsung ke dan dari China sejak kemarin.

Editor: Soegeng Haryadi
www.terpercaya.net
Ilustrasi: Turis asal China 

JAKARTA, SRIPO -- Sekitar 5.000 wisatawan China terjebak di pulau Dewata, Bali, saat pemerintah Indonesia menutup sementara penerbangan langsung ke dan dari daratan China untuk mencegah penyebaran virus corona yang mematikan.

Perkiraan sekitar 5.000 wisatawan China di Bali itu disampaikan Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Denpasar Gou Haodong, seperti dilansir South China Morning Post, Rabu (5/2).

Gou Haodong juga telah bertemu dengan pejabat lokal di Bali dan meminta bantuan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan asal Negeri Tirai Bambu itu. Indonesia menutup sementara penerbangan langsung ke dan dari China sejak kemarin.

TERUNGKAP! Pakar Patologi Temukan Virus Corona pada Kelelawar Buah, Daerah Indonesia Ini Jadi Sampel

Tiga Turis China Diduga Terjangkit Virus Corona di Bali dan Diisolasi

Terhitung penerbangan terakhir ke Guangzhou berangkat Rabu pagi dari Bali. Selain itu Indonesia telah memberhentikan sementara fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara RRT (China).

“Wisatawan China masih dapat transit melalui negara ketiga, termasuk Malaysia dan Thailand, jika mereka ingin pulang,” demikian menurut Konsulat.

“Tetapi beberapa dari mereka lebih memilih untuk tetap di Bali karena wabah virus corona di Wuhan China,” ujar Guo.

Kepada para wisatawan yang masih berada di Bali Konjen China menawarkan opsi overstay untuk tinggal lebih lama di Pulau Dewata. Jika memilih opsi tersebut, mereka sudah bisa mengurus bebas visa di Kantor Imigrasi Bali.

Guo Haodong mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Bali untuk memfasilitasi permintaan wisatawan China yang mengajukan overstay.

Belum Pernah ke China, Terungkap Kronologi dan Penyebab WNI di Singapura ini Ketularan Virus Corona

Gara-gara Virus Corona, Wanita Ini tak Jadi Diperkosa Perampok, Pelaku Ketakutan saat Korban Batuk!

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memutuskan melakukan penundaan penerbangan dari dan ke semua destinasi di China hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Melalui keputusan ini, jelas Menhub, semua maskapai penerbangan Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari atau ke seluruh destinasi di China.

Demikian pula maskapai penerbangan asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan keputusan tersebut diambil usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.

“Jadi pada dasarnya apa yang kita putuskan sangat berhati-hati. Apa yang diputuskan itu melalui rapat terbatas yang dihadiri oleh presiden, beberapa menteri, Panglima TNI dan Kapolri yaitu menunda penerbangan semua ke dan dari bandara di Cina mulai tadi malam pukul 00.00 dan dengan waktu yang tidak terbatas,” katanya.

Meski penerbangan ditunda, Budi memastikan pengiriman logistik dari negeri Tirai Bambu itu tetap berjalan. Namun ia mengatakan logistik yang berasal dari China akan diberlakukan pemeriksaan khusus.

“Pertama kali yang tidak diperbolehkan adalah live animal, yang kedua adalah awak pesawat atau awak kapal tidak turun dari pesawat atau kapal. Jadi kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Budi menuturkan alasan diperbolehkannya logistik masuk ke Indonesia yakni agar tidak merusak hubungan bisnis antara Indonesia - China.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved