Berita Ogan Ilir

Membahayakan Petugas, Residivis Narkotika di Desa Kerinjing Tanjung Raja OI Ini Ditembak Kakinya

Rizal (34) hanya bisa menahan sakit di kaki kanannya karena ditembus peluru petugas SAtnarkoba Polres Ogan Ilir.

Membahayakan Petugas, Residivis Narkotika di Desa Kerinjing Tanjung Raja OI Ini Ditembak Kakinya
SRIPOKU.COM/RM Resha
Tersangka Rizal (34), warga Tanjung Raja Ogan Ilir saat diamankan oleh Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir berikut barang buktinya. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Rizal (34) hanya bisa menahan sakit di kaki kanannya. Sebab saat akan ditangkap Satres Narkoba Polres Ogan Ilir, ia melawan dengan mengacungkan pisaunya ke petugas.

Meski petugas telah memberi tembakan peringatan ke atas sebanyak satu kali, ia tetap tak bergeming dan terus mengacungkan pisaunya.

Akibatnya tindakan tegas diberikan petugas dengan tembakan di kaki kanannya karena dapat membahayakan jiwa petugas.

"Aku tak tau pak kalau itu petugas," kilahnya saat ungkap kasus di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (5/2/2020).

Warga Tanjung Raja Barat Kabupaten Ogan Ilir ini diamankan petugas dari Sat Res Narkoba Polres Ogan Ilir, Selasa (4/2/2020) kemarin.

Residivis narkotika itu ditangkap lantaran diduga menjadi pengedar barang haram.

Berdasarkan informasi yang didapat,  banyak laporan yang sudah masuk di meja penyidik. Sehingga setelah mendapat informasi yang cukup valid, petugas pun langsung mengarah ke lokasi yang diduga menjadi tempat beredarnya Narkotika, di Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja.

Motor Yamaha Mio M3 Diparkir di Teras Rumah Kawasan Jakabaring Palembang Lenyap Digondol Maling

Jelang Perayaan Cap Go Meh Belum Ada Lonjakan Penumpang di Bandara Internasional SMB II Palembang

Dua Pemuda Diamankan Tim Hunter Charly Sat Sabhara Polrestabes Palembang karena Membawa Sajam

"Sehingga setelah kita mendapat info pasti, dan langsung melakukan upaya paksa," ujar Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Res Narkoba Polres Ogan Ilir Iptu Fajri Anbiyaa, Rabu (5/2/2020).

Setelah digeledah, petugas mendapat barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 202 butir, Narkotika jenis Sabu sebanyak 8 paket dengan berat 37,3 gram, tas selempang warna hitam, alat timbang, senjata tajam jenis pisau, 25 pirek kaca berkaret dot, 10 plastik klip bening serta uang tunai sebesar Rp2,5 juta.

"Karena tersangka melakukan perlawanan, maka kita beri tindakan tegas dan terukur," tegasnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tidak hanya itu, ia juga dijerat UU RI Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

"Ancamannya 6 sampai 20 tahun penjara," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved