Berita Lubuklinggau

Panitia Temukan Peserta Tes CPNS di Lubuklinggau Sedang Hamil Bawa Gunting Sebagai Jimat

Kita menemukan ada beberapa ibu - ibu hamil membawa gunting sebagai Jimat. Karena kebiasaan daerah orang hamil bawa gunting.

Panitia Temukan Peserta Tes CPNS di Lubuklinggau Sedang Hamil Bawa Gunting Sebagai Jimat
Tribunsumsel/Eko Hepronis
Panitia saat melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil sebelum pelaksanaan CPNS Lubuklinggau tahun 2020. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Panitia seleksi tes CPNS 2020 Kota Lubuklinggau masih banyak menemukan peserta membawa alat-alat yang dilarang.

Barang-barang itu ketahuan setelah petugas melakukan pemeriksaan kepada peserta menggunakan metal detektor.

Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Ir Agus Sutiadi saat berkunjung ke Kota Lubuklinggau melakukan pemantauan mengatakan jika semua barang -barang logam tidak boleh dibawa masuk.

"Kita larang karena tahun lalu, logam itu dapat digunakan untuk kecurangan, kemudian supaya tidak ada kesulitan akhirnya semua logam kita larang," kata Agus pada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, untuk apa membawa-bawa gelang dan cincin apalagi tahun lalu pihaknya menemukan benda-benda seperti jimat, termasuk di Kota Lubuklinggau juga menemukan benda-benda yang digunakan untuk jimat.

"Kita menemukan ada beberapa ibu - ibu hamil membawa gunting sebagai Jimat. Karena kebiasaan daerah orang hamil bawa gunting, untuk tes kali ini kita minta tinggal dulu," terangnya.

Setelah Vakum, Akhinya April Ini Jembatan Musi VI Palembang Dikerjakan dan Nopember Bisa Dilewati

Tiga Tahun Pakai Sabu, Denis tak Bisa Berhenti hingga Jadi Bandar dan Kembali Diamankan Polisi

Baru Enam Lokasi Penambangan Pasir di Kabupaten Empatlawang yang Mengantongi Izin Galian C

Sementara, untuk pelaksanaan di Kota Lubuklinggau sendiri sudah memenuhi persyaratan sebagaimana diterapkan, paling tidak dari mulai persiapan saat masuk di ruang transit penjelasan sudah disampaikan dengan jelas.

"Saya menyaksikan sendiri proses Login tidak lebih dari dua menit, artinya semua peserta sudah faham betul apa yang harus mereka kerjakan," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi, penggunaan genset saat pelaksanaan tes berlangsung, sehingga membuat pelaksanaan berjalan tanpa kendala.

"Saya keluar ruangan tidak ada masalah, listrik tidak masalah lagi. Luar biasa, saya apresiasi untuk kota lubuklinggau, bahkan mampu menyewa genset sendiri, PLN digunakan hanya untuk cadangan," ungkapnya.

Termasuk, untuk ibu-ibu hamil semuanya didahulukan, disiapkan tempat dengan space yang lebih besar. Karena tahun lalu saat ujian ada yang kontraksi, tapi bukan saat pelaksanaan tes.

"Untuk pemantauan sendiri dilakukan di Kota Lubuklinggau, dan Musi Rawas, kemudian Lahat tanggal 11, OKU sedang berjalan setelah itu, terakhir Muara Enim dan Pali dan Prabumulih. Kemudian tanggal 6 ada tujuh daerah yang bergabung bersama-sama di kota Palembang di golden Sriwijaya. Masing-masing dari Kota Palembang, Empat Lawang, OKU Timur, OKU Selatan, Banyu Asin, OI dan OKI," paparnya. (Joy)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved