Berita Palembang

Tiga Tahun Pakai Sabu, Denis tak Bisa Berhenti hingga Jadi Bandar dan Kembali Diamankan Polisi

Denis Arjuni (37) warga Jalan Cek Syeh Kelurahan 18 Ilir Kecamatan IT 1 Palembang menjadi bandar narkoba kini kembali masuk jeruji besi..

Tiga Tahun Pakai Sabu, Denis tak Bisa Berhenti hingga Jadi Bandar dan Kembali Diamankan Polisi
Tribunsumsel.com/M Ardiansyah
Denis diamankan di Polsek IT I Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berpikir selalu menggunakan narkoba, karena mengaku bisa untung membuat
Denis Arjuni (37) warga Jalan Cek Syeh Kelurahan 18 Ilir Kecamatan IT 1 Palembang menjadi bandar narkoba.

Meski masih terbilang bandar kacangan, namun Denis mengaku ia sudah bisa mendapatkan untung dengan jadi bandar.

"Aku sudah lama pakai narkoba sekitar 3 tahunan, karena tidak dapat berhenti dan harus keluar uang terus beli. Makanya aku pikir lebih enak jadi bandar, selain bisa pakai juga bisa dapat uang," ungkapnya saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Selasa (4/2/2020).

Tersangka, ditangkap Tim Ladas Polsek IT I Palembang saat berada di Jalan Kapten Cek Syeh Lorong Masjid Agung Kelurahan 18 Ilir Kecamatan IT I Palembang, Senin (3/2/2020) pukul 15.00.

Tersangka saat itu sedang menunggu pembeli. Namun, saat sedang menunggu pembeli ia tidak sadar bila yang datang polisi bukan pembeli.

Saat sedang duduk di depan lorong dekat rumahnya, Denis tidak dapat kabur lagi.

Terlebih, ketika ditemukan barang bukti empat butir pil ekstasi dan satu paket sedang sabu dengan total Rp 2.5 juta.

Baru Enam Lokasi Penambangan Pasir di Kabupaten Empatlawang yang Mengantongi Izin Galian C

Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi di Gandus, Sempat Ricuh, Terungkap Motif Pelaku Habisi Korban

PENTING! Seleksi Penerimaan CPNS Tahun Ini tak Lagi Ditentukan dari Perangkingan, Begini Caranya

"Aku beli dari Bandar A yang ada dikawasan 14 Ilir. Rencana, memang sedang menunggu pembeli, katanya ada yang mau beli. Tetapi, saat lagi menunggu, yang datang malah polisi," ungkap pria pengangguran ini.

Denis juga mengaku, ia pernah masuk penjara karena kasus narkoba pula. Usai keluar dari penjara beberapa tahun lalu, ia tidak bisa lepas dari narkoba. Karena tidak ada pekerjaan, membuatnya memutuskan untuk jadi bandar.

"Kalau ineks aku jual Rp 350 ribu per butir, sedangkan sabu, bervariasi, ada paket Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu," ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek IT 1 Palembang Iptu Alkap didampingi Panit 1 Ipda Jhony Palapa menuturkan penangkapan tersangka setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bila di lorong Masjid Agung sering terjadi transaksi narkoba.

"Dari laporan itu, dilakukan penyelidikan. Ketika melihat tersangka sedang duduk, langsung dilakukan penangkapan. Dari tersangka, diamankan barang bukti satu paket sedang sabu dan empat butir pil ekstasi," katanya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved