Muson Cina Datangkan Banjir

Dibeberapa wilayah Sumsel akan terjadi peningkatan curah hujan, adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang.

Editor: Soegeng Haryadi
handout
Warga melakukan pembersihan pasca banjir bandang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang menyebut beberapa daerah di Sumsel rawan bencana angin kencang, puting beliung, tanah longsor, banjir serta banjir bandang. Warga diminta untuk selalu waspada dalam beberapa waktu kedepan.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan, dibeberapa wilayah Sumsel akan terjadi peningkatan curah hujan, adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang. Kondisi demikian tejadi pada siang-sore hari.

"Kondisi curah hujan saat ini alami peningkatan dengan menguatnya Angin Muson Cina. Kondisi ini membuat Sumsel rentan terkena bencana Hidrometeorologi," katanya.

Menurut data BMKG, tercatat pada Citra Satelit dan Radar Cuaca BMKG tiga hari terakhir telah terjadi peningkatan dan kontinyuitas (terus menerus).

Curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya bencana banjir bandang dan tanah longsor pada wilayah Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Empatlawang, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muratara, Kabupaten Muba, Kabupaten PALI, dan Kabupaten Muaraenim.

Sedangkan Potensi Bencana angin kencang, puting beliung dan berpotensi melanda Pagaralam, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, OKI, OI, OKU Timur, OKU dan OKU Selatan.

"Tiga hari terakhir peningkatan curah hujan terus menerus. Beberapa wilayah di Sumsel berpotensi terkena bencana," jelas Bambang.

Dengan kondisi cuaca buruk seperti saat ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update Informasi dan Peringatan Dini Cuaca dari BMKG dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak Bencana Hidrometeorologi.

"Kami imbau masyarakat tetap waspada, khususnya pada wilayah-wilayah yang berpotensi terkena bencana dampak musim hujan," tuturnya.

Sementara hujan lebat sejak Selasa (31/12) malam hingga Rabu (1/1) di Kabupaten Empat Lawang menyebabkan beberapa jembatan gantung rusak hingga putus.

Berdasarkan data yang dihimpun Sripoku.com ada dua jembatan di Desa Lubuk Ulak yang rusak dan putus, yakni jembatan gantung Sungai Lintang Kiri dan jembatan beton Air Semah. Kedua jembatan putus disapu luapan Sungai Semah. Padahal kedua jembatan itu merupakan akses warga Desa Lubuk Ulak menuju perkebunan dan areal persawahan.

Sementara di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empatlawang, jembatan gantung rusak di Desa Terusan Lama akibat diterjang luapan sungai Musi.

Tidak hanya itu, jembatan mengalami kerusakan juga dilaporan di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Dilokasi tersebut tiga jembatan gantung yang rusak dan putus akibat luapan sungai hujan semalaman. Diantaranya Jembatan gantung di Desa Landur, putus diterjang luapan sungai Lintang Kiri, Jembatan Gantung Desa Batu Cawang habis separuh pada bagian lantai akibat luapan sungai Lintang Kiri dan Jembatan gantung Desa Manggilan hanyut tinggal puing puing pondasi jembatan juga akibat disapu Sungai Lintang Kiri.

Camat Pendopo, Muhibuddin dikonfirmasi Sripoku.com menjelaskan tiga akses jembatan gantung itu akses penghubung warga menuju Talang perkebunan, putusnya berlangs

"Ada tiga jembatan bantung di Desa Landur, Manggilang dan Batu Cawang itu jembatan membentang di sungai Lintang Kiri semua," kata Muhibudin Rabu (1/1)

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved