Breaking News:

Barita OKU Selatan

Pupuk Subsidi Langka di OKU Selatan, Petani Jagung Menjerit, Ini Harga Pupuk Non Subsidi

Pupuk Subsidi Langka di OKU Selatan, Petani Jagung Menjerit, Ini Harga Pupuk Non Subsidi

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Petani Jagung di Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, Sedang memupuk tanaman jagung Minggu (29/12/2019). 

Pupuk Subsidi Langka di OKU Selatan, Petani Jagung Menjerit, Ini Harga Pupuk Non Subsidi

LaporanWartawan Sripoku.com Alan Nopriasnyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Selamatkan kerusakan tumbuhan jagung uang mulai kerdil dan menguning dampak Kelangkaan Pupuk Subsidi sejak 4 bulan terakhir memaksa petani jagung di OKU Selatan di wilayah Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan terpaksa membeli pupuk non subsidi, Minggu (29/12/2019).

Para petani jagung di OKU Selatan yang sebelumnya tidak pernah menggunakan pupuk non subsidi, terpaksa merogoh kocek yang tinggi hingga tiga kali lipat dari pupuk Non Subsidi.

"Iya, karena Pupuk Subsidi tidak ada terpaksa menggunakan pupuk non subsidi dengan harga yang tinggi," ujar Pian di bincangi Sripoku.com.

Saat Istri Keluar Rumah Suami Ancam Anak Tiri dan 5 Kali Melayaninya Hingga Hamil dan Depresi

Hati-hati Tambah Libur Tahun Baru 2020, Pemkab PALI Siapkan Sanksi Tegas ASN hingga TKS

Libur Akhir Tahun Taman Bunga Bukit Mutiara Garden Ranau, Mulai Di Gandrungi Kaum Milineal

Menurutnya, sebelumnya dirinya sebagai petani jagung di OKU Selatan belum pernah menggunakan pupuk non subsidi karena selain dianggap harga yang tinggi tidak terbiasa menggunakan pupuk NPK yang gunakannya.

"Sebenarnya selama ini belum pernah gunakan pupuk non subsidi, karena harganya mahal, akan tetapi melihat jagung mulai menguning dan kerdil terpaksa membeli," ujar Dia.

Dikatakanya, dirinya membeli pupuk non subsidi tersebut seharga Rp 460 ribu setiap saknya dengan berat 50 kilogram. Sementara Pupuk Subsidi yang bisa dibeli kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu persak dengan berat 50 kilogram.

Kendati demikian, akibat tingginya harga pupuk non subsidi yang didapat dirinya menuturkan terpaksa mengurangi volume takaran yang digunakan saat melakukan pemupukan.

Diketahui terkait kelangkaan Pupuk Subsidi yang terjadi Kepala Dinas Pertanian Asep Sudarno  menyarankan petani untuk beralih ke pupuk non subsidi dan pupuk kandang.

"Kita arahkan ke pupuk non subsidi, kami telah menyurati distributor dan pengecer supaya menyiapkan non subsidi dan petani dapat beralih ke pupuk non subsidi dan pupuk organik,"ujar Asep di wawancara media belum lama ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved