Breaking News:

Buya Menjawab

Sifat Ujub

Ada jemaah yang minta diakui atau dipanggil sebagai ustadz. Bahkan yang bersangkutan bangga disebut sebagai imam besar. Padahal dalam kesehariannya le

https://risalahnet.wordpress.com/
Ilustrasi - Sifat Ujub. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Disalah satu masjid yang ada di Palembang, ada jemaah yang minta diakui atau dipanggil sebagai ustadz. Bahkan yang bersangkutan bangga disebut sebagai imam besar. Padahal dalam kesehariannya lebih banyak shalat di rumah ketimbang di masjid.

Namun apabila ada imam sholat di masjid yang bukan atas izinnya, dia datang ke masjid setelah shalat selesai seraya bertanya dan marah-marah, siapa yang tadi dan siapa yang menyuruh dengan nada emosional.

Jika ada acara di kampung tersebut tidak memberikan kesempatan memimpin berdoa atau tugas lainnya, maka kelompok ibu-ibu diprovokasi dan ditakut-takuti.

Patutkah dipanggil sebagai ustadz dan benarkah sikap seperti itu?
08527981XXXX

Gerakan Imam Sholat Cepat

Apa yang Dimaksud dengan Tumakninah

Jawab:
Wa’alaikum salam Wr.Wb. Itu sifat Ujub yang merasa dirinya paling hebat atau superiority. Sifat seperti itu menurut Rasulullah SAW yang beliau jelaskan kepada Muaz bin Jabal yang diriwayatkan oleh Imam Abdullah bin Al Mubarak dalam kitab Zuhud dengan sanad Khalid bin Ma’dan yang berkata kepadanya; “Wahai Muaz jelaskan kepadaku apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. kepada engkau”.

Muaz berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Wahai Muaz, sebenarnya aku mau men­ceritakan kepadamu, jika engkau mampu memeliharanya pasti ia akan memberi manfaat

Bagimu di sisi Allah, tetapi jika engkau menyia-nyiakannya dan tidak memeliharanya maka akan terputuslah hujjahmu di hadapan Tuhan pada hari kiamat nanti.

Wahai Muaz sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh Malaikat sebelum Ia menjadikan langit dan bumi dan ditentukanNya pada setiap langit seorang Malaikat untuk menjaga pintu langit tersebut.

Tugas setiap Malaikat tersebut untuk menyeleksi amal anak Adam; Pintu langit pertama menyeleksi apabila amal anak Adam disertai Ghibaa (mengumpat) maka ditolak tidak diangkat ke langit berikutnya.

Bagi anak Adam yang beramal ibadah denga Ujub yaitu merasa dirinya lebih ahli dan mulia dari orang-orang lain, dia merasa superiority, maka Malaikat Hafazoh yang membawaamalnyadisetop di pintu langit ke empat oleh Malaikat penjaganya dan berkata;
“Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini kepada orang yang mengerjakannya ke belakangnya dan juga perutnya. Akulah Malaikat Ujub Allah Taala menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang Ujub ini dapat melin­ta­siku.Ia beramal dengan dorongan perasaan ujub terhadap dirinya.” (Al Imam Hujjatul Islam Al Ghazali,Bidayatul Hidayah, Cetakan Pertama Th.2013.,hlm.138)

Sia-sialah seseorang yang beramal ibadah apabila diiringi rasa dirinya lebih istimewa dari seluruh oaring-orang yang berada disekitarnya, merasa dirinya saja memiliki kemampuan sementara orang lain dinilainya jauh dibawah standart subjektifitasnya. Maka di langit ke empat amalnya tertahan tidak bisa naik ke hadirat Allah SWT. (*)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...
Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved