Breaking News:

Buya Menjawab

Apa yang Dimaksud dengan Tumakninah

apa yang dimaksud dengan TUMAKNINAH, bagaimana jika ditinggalkan di dalam sholat. Apa hukumnya. Mohon dijelaskan buya. Terimakasih.

Istimewa
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, apa yang dimaksud dengan TUMAKNINAH, bagaimana jika ditinggalkan di dalam sholat. Apa hukumnya. Mohon dijelaskan buya. Terimakasih.
0812 780 XXXX

Niat Sholat Jumat Lengkap Bahasa Arab dan Latin Serta Hukum dan Syarat Sebelum Sholat Jumat

Bacaan Iman Tidak Fasih

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
ANANDA, di dalam sholat itu ada yang dinamakan rukun yaitu sesuatu yang apabila tidak dilakukan maka hukum sholatnya batal. Dalam Mazhab Syafi’I rukun di dalam sholat ada 13. Sebagai berikut;

Rukun sholat : 1. Niat 2. Berdiri dalam sholat fardhu bagi yang kuasa 3. Takbiratul ikhrom 4. Membaca al- Faatihah 5. Rukuk, dan tuma'ninah 6. I'tidal,dan tuma'ninah, 7. Sujud, dua kali dan tuma'ninah 8. Duduk antara dua sujud, 9. Tasyahud akhir 10. Duduk tasyahud akhir 11.Sholawat atas Nabi sesudah tasyahud akhir (dalam posisi duduk) 12. Salam 13. Tertib (Zuhaili,Al-Fiqh al Islam wa adillatuhu, 1997 Vol II hal. 814)

Pada point 5, 6 dan 7. Seperti pada angka 5. Rukuk dan tumakninah, artinya ketika rukuk di dalam mazhab Syafi’I, bacaan tasbihnya; SUBHAANAROBBIYAL ‘AZIM WABIHAMDIHI. Boleh tiga kali bahkan boleh sebelas kali pada raka’at pertama dan kedua. Jika tiga kali setelah tasbih yang ke tiga, tenang sejenak (sakta-berhenti sejenak) itu yang disebut tumakninah. Jika berjama’ah maka rukuknya makmum mendahulukan imam, jika membarangi Imam hukumnya makruh, karena akan menghilangkan tumakninahnya. Apabila hilang tumakninahnya malah hukum sholat makmum jadi batal. Apabila tidak tumakninah sholatnya terkesan tergesah-gesah. Menurut Rasulullah Saw. ; “AL ‘AJJALA MINAS SYAITHON” Artinya;” Tergesah-gesah itu dari syaithon.

Maka sholatlah dengan khusyuk, Hudhur dan Tadabbur.

Menurut Syafi'iyah;"Khusyu' dalam sholat, yaitu menghadirkan hati dan menenangkan anggota tubuh dengan perasaan bahwa ia sedang berada di hadapan Allah Swt Yang Maha Melihat". (Zuhaily, Vol.II.,hlm.932)

Rasulullah Saw. menyatakan dalam sabda beliau: Bahwasanya seorang hamba yang bersungguh-sungguh melakukan sholat, maka tidak ditulis bagi pahalanya seper enam dan tiada sepersepuluhnya, sebab tiada hadir hatinya kepada Allah Swt. Dan hanya dituliskan bagi hambanya pahala sholatnya, apabila di dalam melaksanakan sholat itu hadir aqalnya(hatinya) serta khusyuk" (HR.Abu Dawud dan An-Nasa'i)

Tadabbur adalah memahami apa-apa yang dibaca di dalam sholat. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI. Like Facebook Sriwijaya Post Ya...
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved