Breaking News:

Buya Menjawab

Bacaan Iman Tidak Fasih

Di masjid kami seseorang selalu menjadi imam, padahal ketika membaca surah al-Fatihah huruf RO dan SYIN –nya tidak benar (tidak faseh) Dulu sudah

SRIPOKU.COM/Anton
Ilustrasi - Sholat Berjamaah. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Pak Ustadz, di masjid kami seseorang selalu menjadi imam, padahal ketika membaca surah al-Fatihah huruf RO dan SYIN –nya tidak benar (tidak faseh).

Dulu sudah pernah di tegur oleh ulama, supaya jangan jadi imam sebelum ucapan hurufnya benar. Tapi sekarang masih saja menjadi imam.

Pertanyaan saya, jika Fatehah imam tidak benar, bagaimana dengan sholat makmum?Terimakasih 0812 788XXXX

Sahkah Shalat Berjamaan Dengan Imam Yang Tidak Fasih Bacaannya? Berikut Penjelasannya

Modal Minyak Lampu, Begini Kisah Perjalanan KH Nawawi Dencik hingga Jadi Imam Besar Masjid Agung

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Syarat-syarat jadi Imam
Kepemimpinan seorang imam itu sah dengan syarat-syarat sebagai berikut;
a. Islam. Tidak sah jika imam itu orang kafir, Imam Syafi'i berpendapat: jika diketahui setelah selesai sholat bahwa seorang imam itu kafir atau dari jenis perempuan maka wajib untukmengulangi sholat. (Mughni al-Muhtaaj, vol.1.hlm.241)

b. Berakal. Tidak sah sholat yang dilakukan di belakang imam yang gila, karena sholat orang gila itu sendiri tidak sah. Jika keadaan gilanya itu kadang-kadang, maka ketika tidak gila sah kepemimpinan sholatnya. Namun tetap saja makruh.

c. Baligh. Tidak boleh seorang anak kecil yang masih mumayyiz untuk mengimami orang baligh (dewasa), menurut mayoritas ulama; baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah menurut Hanafi, sedangkan menurut Malik dan Hambali dalam sholat fardhu saja. Adapun dalam sholat sunnah, seperti Sholat Gerhana danTarawih maka sah keimamannya, karena sunnah mengimami sunnah.

Syafi'i berpendapat, "Orang dewasa boleh mengikuti anak kecil yang mumayyiz , berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Amr bin Salamah ra., "Aku pernah menjadi imam pada zaman Rasulullah saw., sedang saat itu aku masih berumur tujuh tahun" (HR.Bukhari dalam shahihnya, dari Jabir ra. Diriwayatkan juga oleh Bukhari dan Nasaa'i seperti hadits ini dari 'Amr bin Salamah- Nailul Authaar, Vol.III.hlm. 165)

d. Laki-laki. Apabila wanita menjadi imam sholat sedang makmumnya laki-laki, maka tidak sah, baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jika makmumnya perempuan tidak disyaratkan imamnya harus laki-laki, menurut mayoritas ulama. Sah saja kepemimpinan seorang wanita jika makmumnya seluruh perempuan, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, Ummu Salamah dan Atha’, bahwa seorang wanita pernah mengimami kaum wanita. Ad Daruquthni juga meriwayaatkan dari Ummi Waraqah, bahwa Nabi Saw. telah mengizinkannya untuk mengimami para wanita di rumahnya.

Menurut Syafi'i, tidak dimakruhkan sholat berjamaah khusus untuk kaum wanita (imamnya wanita), bahkan disunnahkan dan berada di tengah-tengah mereka. (Al-Majmuu', Vol.4 hlm.564)

e. Suci dari hadats kecil dan besar.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved