Mahasiswa Unsri Terjangkit Hepatitis A

Detil Mahasiswa Jumlah Penderita Hepatitis A, November Desember Paling Banyak

Hepatitis A menyerang mahasiswa Unsri dalam periode Oktober hingga Desember. Dua bulan terakhir tercatat paling banyak yang menderita.

sripoku.com/resha
Suasana di UPT Klinik Unsri di Kampus Universitas Sriwijaya. 

Ada foto
Teks foto: Suasana UPT Klinik Unsri di Kampus Universitas Sriwijaya. SRIPOKU.COM/RESHA

Sempat Alami Peningkatan, Mahasisa penderita Hepatitis A di Indralaya Diklaim Menurun

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Meski sempat mengalami kenaikan, wabah Hepatitis A yang menyerang masyarakat di Indralaya diklaim mulai mengalami penurunan. Dimana pada bulan Desember minggu ketiga, baru ada 5 orang yang melakukan pemeriksaan terkait penyakit tersebut.

"Senin (18/12/2019) tadi 2 orang, Selasa 3 orang," ujar petugas rekam medis, Meti Asma saat diwawancarai, Rabu (18/12/2019).

Kronologi Puluhan Mahasiswa Unsri Terjangkit Hepatitis A

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala UPT Klinik Universitas Sriwijaya, dr. Subandrate mengatakan bahwa wabah virus Hepatitis A pada beberapa bulan lalu mengalami peningkatan.

Di mana pada September lalu, terdeteksi 2 orang mahasiswa yang terjangkit penyakit tersebut.

"Kemudian di Bulan Oktober sebanyak 6 mahasiswa, November ada 60 mahasiswa dan awal Desember tercatat sebanyak 88 mahasiswa. Diperkirakan total saat ini terjangkit sebanyak 156 orang," ujarnya saat dikonfirmasi.

BREAKING NEWS: Universitas Sriwijaya Waspada Hepatitis A, 3 Bulan Puluhan Mahasiswa Terjangkit

Namun sejak beberapa waktu lalu, para penderita tersebut mulai mengalami penurunan.

Selain karena sosialisasi yang cukup gencar, mahasiswa saat ini tengah libur semester sehingga mereka memilih untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.

"Saat ini mahasiswa sedang libur. Paling ya masyarakat, dan sudah turun," tambahnya.

Ia mengatakan, para mahasiswa tersebut berobat ke UPT Klinik Unsri. Mereka kebanyakan mahasiswa kos-kosan yang memilih makan di luar, atau juga masyarakat sekitar.

"Mereka ada juga yang berobat ke Puskesmas Timbangan.

Tapi akhirnya ke sini, karena belum ada laboratorium di sana. Kalau kami sudah ada," tambah petugas rekam medis di UPT Klinik Unsri, Meti Asma.

Namun, kebanyakan penderita Hepatitis A tidak dirawat inap. Mereka hanya dirawat sebentar, kemudian diberi resep dokter dan sudah diperbolehkan pulang.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved